Pemberontak Macan Tamil Buka Blokade Air | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 10.08.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pemberontak Macan Tamil Buka Blokade Air

Setelah berminggu minggu, akhirnya aliran air sungai yang diblokade pasukan pemberontak macan Tamil dialirkan. Namun kekerasan tetap berlanjut.

Kamp pengungsi di Kantale, Srilanka

Kamp pengungsi di Kantale, Srilanka

Pemberontak macan Tamil menyatakan berhasil memukul mundur tentara pemerintah, beberapa jam setelah membuka kembali aliran air.

Pihak pemerintah, dalam hal ini ketua Sekretariat Perdamaian Srilanka, Palitha Kohona, menanggapi pengumuman para pemberontak dengan nada sinis:

Kohana:Mestinya hal itu sudah dilakukan 3 minggu yang lalu. Kalau saja para pemberontak membuka saluran air, ratusan nyawa bisa diselamatakan. 50,000 petani menderita akibat blokade saluran air ini. Saya berharap para pemberontak bisa belajar dari hal ini dan tidak akan melakukannya lagi."

Dengan tujuan untuk menghancurkan blokade pemberontak, yang menurut pandangan pemerintah tidak berperikemanusiaaan, selama 2 minggu pasukan nasional Srilanka melancarakan serangan bom ke basis pertahanan Macan Tamil. Dengan alasan kemanusiaan, akhirnya pasukan Macan Tamil membuka kembali saluran air.

Tampaknya kedua belah pihak yang bertikai selalu beralasan kemanusiaan. Tetapi korban silpil terus berjatuhan sejak gencatan senjata tahun 2002. Yang memicu kemarahan internasional adalah pembantaian 17 pekerja bantuan kemanusiaan internasioanl asal Perancis.

Penyelidikan terhadap insiden ini masih berjalan. Namun tugas organisasi non pemerintah yang membantu Srilanka saat ini amat terganggu, seperti diungkapkan seorang petugas bantuan kemanusiaan Perancis “Bantuan Melawan Kelaparan”

"Bila satu organisasi bantuan diserang, artinya sama saja dengan menyerang semua organisasi bantuan. Kami harus yakin bahwa para kolega disini tugasnya tidak terganggu. Kami yang saya maksud adalah seluruh organisasi non pemerintah.”

Pemberontak macan Tamil dituduh melancarkan serangan terhadap sebuah ambulans yang sedang melintas di daerah Tamil hari Selasa (08/08) malam. Insiden ini menyebabkan 5 warga sipil tewas. Yang jelas, dalam konflik ini rakyat sipil tidak dilindungi, juga warga sipil yang berada di ibu kota.

Serangan bom di Kolombo Selasa (08/08) lalu, menewaskan seorang anak dan pengawal anggota parlemen dari Partai Tamil Moderat. Pemerintah Srilanka menuduh aksi kekerasan tersebut didalangi oleh pasukan pemberontak Macan Tamil.

Juru bicara misi pemantau Srilanka asal Skandinavia berharap dibukanya saluran air ini dapat menjadi tanda berakhirnya kekerasan di negara itu. Apakah harapan ini dapat dipenuhi, akan ditentukan pada beberapa hari mendatang.

  • Tanggal 10.08.2006
  • Penulis Miranti Hirschmann
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPCi
  • Tanggal 10.08.2006
  • Penulis Miranti Hirschmann
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPCi
Iklan