Pemasokan Gas ke Belarusia Lancar | dunia | DW | 02.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pemasokan Gas ke Belarusia Lancar

Kontrak baru gas antara perusahaan Rusia Gazprom dan pemerintah Belarusia ditandatangani tepat sebelum pergantian tahun.

default

Dua menit menjelang tengah malam pergantian tahun, Direktur Utama Gazprom Alexej Miller dan Perdana Menteri Belarusia Sergej Sidorski menandatangani kontrak baru gas untuk Belarusia. Mengenai harga gas bumi di masa mendatang, Alexej Miller menyebutkan:

"Harga gas bumi untuk Belarusia menurut kontrak 2007 ditetapkan 100 Dolar tunai dan akan dihitung sesuai formula harga yang dipakai untuk pengiriman gas ke negara-negara Eropa. Di dalam kontrak juga tertulis syarat pengiriman gas yang tetap, terbaik, dan paling menguntungkan di seluruh wilayah bekas Uni Soviet."

Kontrak tersebut berlaku untuk lima tahun. Dalam kurun waktu tersebut harga gas akan naik secara bertahap dan akan makin mendekati harga di Eropa yang berkisar 260 Dolar Amerika Serikat. Hingga kini Belarusia membayar dengan harga dalam negeri Rusia yaitu kurang dari 50 dolar.

Awalnya Gazprom menuntut 200 Dolar untuk setiap 1000 meter kubik gas, namun tuntutan itu berkurang menjadi 105 Dolar dan Akhirnya Gazprom memutuskan untuk mematok harga 100 Dolar untuk Belarusia.

Dalam kontrak itu juga disebutkan dalam empat tahun ke depan, Gazprom akan membeli 50 persen saham perusahaan gas Belarusia, Beltransgas, dengan harga 2,5 miliar dolar Amerika Serikat.

Setelah penandatanganan kontrak, Alexej Miller berterima kasih kepada delegasi Belarusia untuk perundingan yang konstruktif dan tegas. Namun Perdana Menteri Belarusia Sidorski menunjukkan kekecewaan atas hasil perundingan tersebut. Sidorski menyatakan:

"Atmosfir di antara anggota delegasi Belarusia sangat tegang karena kami telah menerima dan menandatangani kontrak pengiriman gas 2007 yang merugikan. 100 Dolar. Secara fakta itu merupakan kenaikan harga lebih dari dua kali bagi Belarusia. Perekonomian kami, yang tidak punya sumber daya alam, yang – seperti halnya perekonomian Rusia- berkembang di bawah kondisi ekonomi yang rumit, harus menemukan cadangan supaya dapat terus berkembang sesuai rencana."

Jika syarat kontrak tidak disetujui Belarusia, Gazprom mengancam akan menghentikan pasokan gas ke negara tetangganya itu. Belarusia juga sempat balik mengancam, tidak mau menjadi tempat transit gas ke Eropa.

Tapi setelah kesepakatan dicapai, Belarusia menganggap mereka lebih beruntung dari Ukraina yang tahun lalu sehari penuh pasokan gasnya dihentikan. Belarusia memang harus menerima kenyataan bahwa dalam sengketa gas ini, Gazprom yang menguasai situasi.

Iklan