1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pemakaman Soleimani di Kerman, Pelayat Meninggal Terinjak

7 Januari 2020

Massa pelayat hari Selasa (7/1) memenuhi jalan-jalan di Kerman, kota kelahiran Jenderal Qassem Soleimani, sehari setelah prosesi pemakaman di Teheran. Puluhan orang diberitakan tewas terinjak, puluhan lainnya cidera.

https://p.dw.com/p/3Vopm
Iran Trauer um General Soleimani in Kerman
Foto: Getty Images/AFP/A. Kenare

Televisi pemerintah Iran menayangkan gambar ribuan orang yang berjejer di jalan-jalan ketika peti mati Jenderal Qassem Soleimani tiba di Kerman hari Selasa (7/1). Kantor-kantor berita melaporkan beberapa orang sampai tewas terinjak dalam kerumunan. Kantor berita AP menyebutkan, sedikitnya 35 orang meninggal dan hampir 50 cidera,

Berbicara kepada orang banyak di Kerman, Hossein Salami, pemimpin Garda Revolusi Iran, mengancam akan "membakar" lokasi-lokasi yang didukung oleh AS.

"Martir Qassem Soleimani sekarang lebih berhaya ketika dia sudah mati,"katanya. "Musuh telah membunuhnya dengan tidak adil."

Massa yang berkumpul meneriakkan slogan-slogan, "Matilah Israel!" "Matilah Amerika!" "Matilah Trump!" Para petinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei hadir daöa, acara itu.

Iran Trauer um General Soleimani in Kerman
Massa di Kerman meneriakkan slogan-slogan, "Matilah Israel!" "Matilah Amerika!"Foto: Getty Images/AFP/A. Kenare

Negara-negara Eropa desak de-eskalasi

Jasad Qassem Soleimani bersama dengan orang lain yang tewas dalam serangan udara AS hari Jumat (3/1) dibawa ke alun-alun kota Kerman.

"Seluruh dunia, Muslim, Syiah, Irak, Suriah, Afghanistan dan terutama Iran, semuanya berutang kepadanya," kata pelayat Hemmat Dehghan kepada kantor berita AFP.

"Haji Qassem tidak hanya dicintai di Kerman, atau Iran, tetapi juga seluruh dunia," tambahnya.

Amerika Serikat menuduh Qassem Soleimani bertanggungn jawab atas pembunuhan warga AS dan serangan-serangan ke berbagai tempat yang menjadi kepentingan AS di Timur Tengah.

Pembunuhan Qassem Soleimani telah memicu krisis baru di Timur Tengah. Iran secara resmi mengumumkan penarikan mereka dari kesepakatan nuklir dan parlemen Irak memutuskan untuk memulangkan semua pasukan AS dari Irak.

Negara-negara Eropa mendesak de-eskalasi di wilayah tersebut. Jerman, prancis dan Inggris hari Senin (6/7) meminta Iran dan Amerika Serikat agar menahan diri dan mengakhiri lingkaran kekerasan di Timur Tengah.

Infografik Karte US Militär im Mittleren Osten EN

Putri Jenderal Soleimani: Akan ada "hari-hari gelap"

Dalam acara prosesi penghormatan Qassem Soleimai di Teheran hari Senin, anak perempuannya mengeluarkan ancaman kepada tentara AS yang ada di Timur Tengah.

"Keluarga tentara AS di Timur Tengah akan menghabiskan hari-hari mereka menunggu kematian anak-anak mereka," kata Zainab Soleimani di TV pemerintah.

"Trump gila, jangan berpikir bahwa semuanya sudah berakhir dengan kemartiran ayahku," tambahnya. Dia memperingatkan bahwa AS dan sekutu mereka Israel akan menghadapi "hari-hari gelap" pembalasan kematian ayahnya.

hp/vlz (afp, rtr, ap)