Peluncuran Pesawat Ulang Alik Discovery | Iptek | DW | 05.07.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Peluncuran Pesawat Ulang Alik Discovery

Peluncuran berulang kali ditangguhkan karena kekhawatiran bahwa busa pengaman akan menimbulkan masalah dan mengingatkan akan bencana yang terjadi tahun 2003, saat pesawat ulang-alik Columbia terbakar saat memasuki atmosfir bumi.

Peluncuran Discovery

Peluncuran Discovery

Suksesnya peluncuran itu kiranya merupakan hadiah terbaik bagi peringatan hari kemerdekaan AS. Tepat pukul 01 lewat 37 menit WIB menara pengawas di Cape Canaveral mulai melakukan countdown

Kemudian timbul kebisingan yang memekakkan telinga.

"dua, satu, ….. start dan discovery meluncur ke ruang angkasa, merintis jalan bagi misi-missi di masa depan."

Dengan kepulan asap dari 2.000 ton bahan bakar roket meluncur ke ruang angkasa sesuai jadwal yang direncanakan. Menurut komentator NASA:

"Petugas di Mission-Control membenarkan, ketiga mesin berfungsi. Discovery meluncur dengan tegak ke udara dan akan mencapai ISS hari Kamis."

Kemudian, empat menit setelah start, berita sudah dilewatinya "point of negative return" sampai ke Discovery. Artinya dari ketinggian itu pesawat ulang alik itu tidak mungkin lagi keembali ke Cape Canaveral. Delapan setengah menit kemudian komandan Discovery, Steven Lindsay mematikan mesin. Tangki luar setinggi 47 meter kemudian diledakkan.

Para awak discovery bernapas lega. Ketika pagi harinya ke-7 astronot meninggalkan penginapan tim itu, ke-6 astronot Amerika mengibarkan bendera kecil AS, berkenaan dengan hari kemerdekaan AS. Sementara astronot Jerman Thomas Reiter mengibarkan bendera Jerman ke arah kamera. Bendera yang sampai detik terakhir masih dibuat oleh NASA bagi astronot Jerman itu.

Pimpinan NASA Michael Griffin optimis, bahwa dengan peluncuran Discovery ini, penerbangan ulang-alik secara teratur akan dapat dimulai lagi.

Michael Griffin: "Saya punya tiga pesawat ulang alik yang siap diterbangkan, lebih dari siap."

Sampai dengan tahun 2010, Griffin berharap dapat meluncurkan sekurangnya 16 kali penerbangan ke ruang angkasa.

Discovery akan berada di angkasa luar selama 12 hari, dan tidak sampai 48 jam setelah peluncuran Discovery direncanakan akan sandar pada stasiun ruang angkasa ISS pada ketinggian sekitar 330 km. Thomas Reiter akan memperkuat tim yang terdiri dari dua orang, selama enam minggu, untuk mempersiapkan kedatangan laboratorium riset Eropa.