Pelaut Inggris Cabut Pernyataan | Fokus | DW | 06.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pelaut Inggris Cabut Pernyataan

Berbeda dengan pernyataan semasa ditahan, para pelaut Inggris mengatakan mereka diperlakukan buruk oleh Pengawal Revolusi Iran.

default

Para pelaut Inggris yang baru saja dibebaskan mencabut semua pernyataan yang pernah mereka nyatakan di televisi Iran. Dalam jumpa pers Jumat kemarin, para pelaut Inggris menjelaskan bahwa mereka ditekan dan diperlakukan buruk selama ditahan. Juga, mereka ditangkap di dalam perairan Irak, bukan di perairan Iran. Letnan Felix Carman yang menjadi juru bicara ke 15 prajurit laut Inggris dalam jumpa pers sehari sesudah tiba kembali di tanah airnya itu menegaskan:

Carman

: "Ketika ditangkap oleh Pengawal Revolusi Iran, kami sedang berada di perairan Irak yang diakui hukum internasional. Dan saya bisa dengan jelas menyebut, saat itu posisi kami adalah 1,7 mil laut dari perairan Iran"

Letnan Felix Carman mencabut apa yang sebelumnya mereka katakan. Saat masih ditahan, televisi Iran 3 kali menampilkan wawancara dengan para prajurit Inggris. Dan semuanya mengaku salah telah melanggar perairan Iran. Disebutkan perwira Inggris itu, pernyataan-pernyataan itu dulu mereka sampaikan dalam tekanan.

Carman:

"Kami semua diisolasi dan diinterogasi hampir setiap malam. Kepada kami ditawarkan dua pilihan. Jika kami mengaku salah masuk ke perairan mereka, kami akan segera diterbangkan kembali ke Inggris. Jika tidak mau mengaku, kami dihadapkan pada hukuman 7 tahun penjara."

Para prajurit juga meralat pernyataan mereka mengenai perlakuan yang mereka terima. Dalam jumpa pers yang berlangsung di pangkalan marinir di Chivenor, Inggris. Disebutkan selama ditahan mereka diperlakukan buruk. Memang mereka tidak mengalami siksaan fisik, namun terus menerus dihadapkan pada tekanan psikologis. Misalnya, mata mereka ditutup, tangan diikat, dihadapkan ke tembok, sementara di belakang mereka para serdadu Iran memain-mainkan senjata mereka dengan berkali-kali mengokangnya. Diungkapkan Letnan Felix Carman, sehari sesudah ditangkap mereka diterbangkan ke Teheran. Selanjutnya dalam tahanan di Teheran:

Carman:

"Kami dilucuti, dan dipakaikan piyama. Beberapa malam selanjutnya kami ditahan dalam sebuah sel berukuran kurang dari 2 x 3 meter. Kami tidur pada onggokan selimut"

Tidak semua dari 15 bekas tahanan Iran yang hadir dalam jumpa pers itu. Salah satu yang tidak ikut adalah Faye Turney, tidak hadir. Dalam jumpa pers itu para prajurit menyebut, Iran menggunakan Faye Turney, satu-satunya perempuan yang ditahan, sebagai alat propaganda. Faye Turney adalah tahanan pertama yang dimunculkan di televisi Iran. Bahkan televisi Iran juga menayangkan apa yang disebut sebagai surat Faye Turney kepada keluarganya.

Salah satu yang menjadi pertanyaan selama ini adalah, mengapa para prajurit angkatan laut Inggris itu —8 di antaranya marinir, sepertinya begitu mudah menyerah tatkala para prajurit Pengawal Revolusi Iran menyergap dan menahan mereka, padahal mereka berada di perairan Irak? Letnan Felix Carman menjelaskan:

"Pada saat itu kami menyadari, bahwa jika kami melawan akan terjadi pertempuran besar. Dan pertempuran itu belum tentu mampu kami menangkan. Namun jika terjadi, bisa memunculkan dampak strategis yang besar. Maka kami memutuskan untuk tidak melawan, dan menuruti kemauan mereka"

Bisa diduga, jumpa pers ini ditanggapi nyinyir oleh pemerintah Teheran. Presiden Mahmud Ahmadinejad yang menyatakan pembebasan para pelaut itu merupakan hadiah buat rakyat Inggris dalam rangka Maulid Nabi Muhamad dan Paskah umat Kristen, belum berklomentar langsung. Namun juru bicara kementerian luar negeri Iran, Mohammad Ali Hossein mengatakan, jumpa pers itu merupakan suatu pementasan untuk menutupi pelanggaran wilayah laut Iran oleh Inggris.