Pelaku Serang dan Bakar Gereja di AS, Empat Orang Tewas
29 September 2025
Seorang pria bersenjata menewaskan empat orang dan melukai delapan orang lainnya setelah menabrakkan mobilnya ke Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir (Church of Jesus Christ of Latter-day Saints) di Grand Blanc Township, Michigan, Amerika Serikat (AS) pada Minggu (28/09).
Ia lalu menembaki jemaat dengan senapan serbu dan membakar gedung gereja sebelum tewas dalam baku tembak dengan polisi.
Seperti apa kronologinya?
Pelaku teridentifikasi sebagai Thomas Jacob Sanford (40), mantan marinir AS dan veteran Irak asal Kota Burton. Polisi mengatakan ratusan jemaat berada di dalam saat ia menyerang. Dua korban tewas akibat tembakan, sementara dua korban lainnya ditemukan di reruntuhan gereja yang hangus.
Kepolisian menyebut Sanford sengaja membakar gedung, dan beberapa bahan peledak ditemukan. FBI kini memimpin penyelidikan dan menganggap insiden ini sebagai “tindakan kekerasan yang ditargetkan.”
Dua petugas kepolisian tiba di lokasi hanya 30 detik setelah menerima panggilan darurat dan langsung terlibat baku tembak dengan pelaku, yang akhirnya tewas di tempat.
“Kami sangat berterima kasih atas limpahan doa dan kepedulian dari begitu banyak orang di seluruh dunia,” tulis gereja tersebut di X.
Serangan ini terjadi kurang dari 14 jam setelah penembakan lain oleh veteran marinir di North Carolina yang menewaskan tiga orang. Hanya beberapa jam kemudian, penembakan juga terjadi di kasino Texas, menewaskan dua orang.
Insiden penembakan masal ketiga dalam 24 jam
Seorang saksi bernama Paula mengatakan kepada stasiun televisi WXYZ bahwa ia mendengar "ledakan besar” saat pelaku menyerang Gereja Mormon di Grand Blanc, Michigan. Ia kehilangan beberapa teman dan murid sekolah Minggu yang ia ajar.
Presiden Donald Trump mengecam insiden itu sebagai "serangan terarah terhadap umat Kristen” dan menegaskan bahwa epidemi kekerasan di AS harus segera dihentikan.
Menurut Arsip Kekerasan Senjata Api, insiden di Grand Blanc, kota berpenduduk 7.700 orang, menjadi lokasi penembakan massal ke-324 di AS sepanjang 2025.
Serangan ini juga merupakan yang ketiga dalam waktu kurang dari 24 jam, setelah insiden di North Carolina dan kasino di Texas yang menewaskan sedikitnya dua orang.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Iryanda Mardanuz dan Adelia Dinda Sani
Editor: Hani Anggraini