Pekerja Musiman dari Romania Terkatung-katung di Jerman Selama Wabah Corona | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 23.05.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Pekerja Musiman dari Romania Terkatung-katung di Jerman Selama Wabah Corona

Beberapa buruh kontrak dari Romania terkatung-katung di Jerman setelah pertanian tempat mereka bekerja bangkrut. Upah belum dibayar, bahasa Jerman mereka terbatas.

Anca, perempuan berusia 39 tahun dari Romania, tidak ingin nama aslinya disebut dan juga tidak ingin difoto. Dia salah satu dari pekerja musiman yang terkatung-katung di Jerman setelah perusahaan tani tempatnya bekerja bangkrut.

Seperti banyak pekerja musiman lainnya dari Romania, dia dikontrak untuk panen stroberi dan asparagus di sebuah pertanian di desa Bornheim, dekat kota Bonn. Dia dan beberapa pekerja lain sudah bekerja bertahun-tahun di pertanian itu setiap musim panen stroberi dan asparagus. Tapi tahun ini situasinya berbeda. Karena wabah corona, pertanian itu bangkrut dan sekarang dikelola oleh seorang wali perusahaan yang ditunjuk pengadilan.

"Kami tidak tahu bahwa perusahaan itu ternyata bangkrut ketika kami datang," kata Anca. Mereka tadinya dipanggil untuk bekerja dan mereka datang dari Romania. Tetapi perusahaan pertanian itu gagal mencari investor baru. Wabah corona menyebabkan restoran dan hotel tutup, dan permintaan asparagus turun drastis.

Akomodasi pekerja musiman asal Romania di Bornheim, Jerman (DW/S. Höppner)

Akomodasi para pekerja musiman Romania yang terbuat dari kamar peti kemas.

Upah belum dibayar

Anca dan para pekerja musiman lain dari Romania tadinya dikontrak selama tiga bulan mulai awal Maret. Mereka mengatakan upahnya belum dibayar meski mereka tetap dikerahkan untuk bekerja.

"Saya masih harus menerima sekitar 1.200 euro," kata Anca. Yang lain mengatakan, mereka baru menerima bayaran 150 euro, setelah bekerja sebulan penuh. Para pekerja mengatakan, upah mereka dipotong oleh perusahaan untuk akomodasi dan makanan.

Mereka kadang-kadang menerima makanan yang masih beku. Jatah makanan juga terlalu sedikit, kata para pekerja. Mereka memang tidak punya kemungkinan berbelanja sendiri, sebab lokasi tempat mereka tinggal dan bekerja jauh dari supermarket.

"Banyak dari kita punya keluarga, anak-anak, dan punya utang," kata Anca. Dia sendiri punya empat anak, dan masih ada anggota keluarga lain yang tergantung dari penghasilannya.

Akan datang lagi tahun depan

Sekarang, area pertanian dan tempat tinggal para pekerja dijaga. Ada petugas yang mengawasi siapa saja yang keluar masuk. Media lokal melaporkan, wali perusahaan  menyatakan akan membayar 'uang muka' kepada pekerja musiman dari Romania, dan sisanya dibayar kalau kontrak mereka berakhir. Mereka masih tetap dipekerjakan.

Anca mengatakan, masih belum jelas bagaimana kelanjutannya, dan apakah pada akhirnya seluruh upah mereka akan dibayar.

Sekalipun tahun ini mendapat pengalaman buruk, dia mengatakan tetap akan kembali pada musim panen tahun depan. Tapi dia akan bekerja di pertanian lain. Para pekerja juga mengakui, pengetahuan bahasa Jerman mereka memang masih minim. "Tetapi kami tahu bagaimana caranya bekerja," kata mereka.

(hp/ae)