Pejabat Sepakbola Jerman Serang Mesut Özil Sebagai Penyebab Kekalahan | dunia | DW | 09.07.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sepakbola

Pejabat Sepakbola Jerman Serang Mesut Özil Sebagai Penyebab Kekalahan

Setelah manajer timnas Oliver Bierhoff, kini giliran Presiden DFB Reinhard Grindel mengeritik keras Mesut Özil. Ayah Mesut, Mustafa, membela putranya dan menyebut DFB hanya mencari kambing hitam.

Presiden Asosiasi Sepakbola Jerman Reinhard Grindel mengeluarkan kecaman keras di media terhadap sikap Mesut Özil selamaPiala Dunia di Rusia. Kritik itu disampaikan ke media hanya beberapa hari setelah manajer timnas Jerman Oliver Bierhoff menyatakan, seharusnya, Özil "tidak dibawa ke turnamen Piala Dunia".

Padahal Reinhard Grindel sebelumnya secara terbuka mendukung keputusan pelatih nasional Joachim Löw untuk memasukkan Mesut Özil dalam skuad 23 pemain yang akan dibawa ke Rusia. Namun setelah kekalahan memalukan Jerman, kini sikapnya berubah.

"Banyak penggemar kecewa karena mereka memiliki pertanyaan untuk [Mesut] dan mengharapkan jawaban," kata Grindel kepada majalah sepak bola Jerman "Kicker" hari Minggu (8/7). "Begitu dia kembali dari liburan.. Dia harus membuat pernyataan kepada publik," tambahnya.

Komentar Grindel menyusul kritik tajam manajer timnas Oliver Bierhoff hari Jumat (6/7), yang mengatakan kepada harian Jerman "Die Welt" bahwa sikap Mesut Özil berdiam diri dan tidak menjelaskan tindakannya - setelah bersama dengan rekan setimnya Ilkay Gündogan - difoto dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, seharusnya menjadi alasan yang cukup untuk menghapus namanya dari skuad Piala Dunia.

Jadi kambing hitam?

Kedua pemain berdarah Turki itu memicu perdebatan kontroversial setelah berpose dengan Erdogan dalam sebuah acara bulan Mei lalu di London. Sementara Ilkay Gundogan sempat menyatakan penyesalan dan berusaha menjelaskan bagaimana foto itu dibuat, Mesut Özil tetap bungkam dan menolak memberi pernyataan tentang hal itu.

Trainingslager Nationalmannschaft in Südtirol | Löw & Özil (picture-alliance/dpa/C. Charisius)

Mesut Özil (kanan) disebut-sebut sebagai salah satu pemain kesayangan pelatih nasional Jerman Joachim Löw (kiri)

"Perdebatan (di media] tidak berhenti," kata Oliver Bierhoff. "Kalau dipikir-pikir, saya seharusnya menangani masalah ini dengan cara yang lebih tegas."

Ayah Mesut, Mustafa Özil, membela putranya dan mengatakan, sebaiknya Özil mundur saja dari tim nasional, namun hal itu harus diputuskan oleh Mesut sendiri.

"Mesut kecewa, tersinggung dan merasa disalahgunakan," kata Mustafa Özil kepada "Bild am Sonntag". "Dia sudah bermain untuk Jerman selama sembilan tahun, dia melakukan banyak hal untuk negara ini, dan sekarang ketika kalah dia dijadikan sebagai kambing hitam. Jika saya adalah dia, saya akan mundur", tandasnya.

Dia melanjutkan: "Kalau timnas menang, selalu dikatakan kita menang bersama, tapi jika kita kalah, itu hanya karena Mesut Özil?"

Dalam turnamen Piala Dunia di Rusia, Jerman tersingkir pada babak pertama di penyisihan grup. Ini adalah prestasi terburuk timnas Jerman sejak penyelenggaraan Piala Dunia tahun 1938. Sekalipun tersingkir, pelatih Jerman Joachim Löw menyatakan tetap akan melatih timnas sampai Piala Dunia 2022 di Qatar.

hp/yf (dpa, sid)

 

Laporan Pilihan

Iklan