PBB usung bendera hijau lingkungan hidup | Seri Uni Jerman | DW | 10.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Seri Uni Jerman

PBB usung bendera hijau lingkungan hidup

Sejak hari Rabu di New York berlangsung Sidang Komisi PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan atau CSD.

Lebih dari 30 Menteri dan pakar dari seluruh dunia membahas bagaimana memenuhi kebutuhan bahan bakar global tanpa dampak negatif terhadap lingkungan hidup.

Dalam sidang kelima belas Komisi PBB untuk Pembangunan berkelanjutan, Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon mengingatkan pentingnya masalah ini.

„Perubahan iklim merupakan suatu fenomena, yang membutuhkan perhatian kita.“

Bila diihat sekilas, tidak ada yang istimewa pada sidang ini. Sekjen PBB menggaungkan peringatan, menunjuk sejumlah Duta Khusus, yang diberi penugasan setelah ceramahnya yang agak panjang itu selesai. Namun mantan Perdana Menteri Norwegia, Gro Harlem Brundtland menilai dunia berada di tahap yang kritis. Ia mengatakan,

„2007 itu kritis, apabila para politisi beranggapan bahwa setelah ini mereka bisa kembali pulang ke negaranya dan melakukan bisnis as usual, maka mereka akan berhadapan dengan masyarakat pemilih yang tidak senang terhadap tindakan mereka.“

Sebenarnya nada mengancam seperti ini juga baru terdengar dalam dunia diplomasi PBB. Memang dalam urusan perlindungan lingkungan hidup, suara masyarakat dunia telah berubah tajam. Terlihat juga pada pernyataan Menteri Lingkungan Hidup Jerman, Sigmar Gabriel di New York,

„Semua orang bisa melihat, bila kelakuan manusia terus seperti ini, maka nantinya kita akan butuh dua planet. Padahal kan kita hanya punya satu. Inilah alasan mengapa saya pikir PBB harus menjadi hijau. Ini sudah tak bisa ditawar lagi“

Hal senada dinyatakan juga oleh Gro Brundtland dan Ban Ki Moon yang menilai, tenggang masa untuk hanya melakukan penelitian dan prediksi telah lewat. Mereka tekankan, kini waktunya masyarakat internasional bertindak.

Laporan iklim PBB telah menyuluh kesadaran tentang lingkungan. Namun negosiasi untuk mengatasi permasalahan itu masih akan berlangsung. Yakni di pertemuan puncak G8 di Heiligendamm, Konferensi Tingkat Tinggi PBB di New York, dal KTT Iklim di Bali.

Menteri Lingkungan Hidup Jerman, Siegmar Gabriel menyambut hal lingkungan, karena akhirnya bukan hanya para pakar yang membahas tema ini. Melainkan para kepala negara dan institusi yang memiliki hak untuk memutuskan sebuah kebijakan.

Meski dalam negosiasi antara Washington, Peking, New Delhi dan Moskow nanti masih banyak yang dapat terjadi, Sekjen PBB, Ban Ki Moon tetap optimis,

„Bersama kita telah berhasil mengatasi masalah lapisan ozon, mengurangi karbon dioksida dan menurunkan kadar timbal dalam bensin“

Menteri Lingkungan Hidup Jerman, Siegmar Gabriel beranggapan bahwa saat ini sudah jauh lebih banyak upaya perlindungan yang dilancarkan, daripada yang disadari banyak orang. Misalnya, Afrika Selatan sudah mulai melindungi pantainya. Sementara tanpa desakan internasional, Cina juga meluncurkan program penghijauan kembali yang terbesar di dunia.

Tanda-tanda jaman memang menunjukkan, sudah waktunya markas besar PBB mengusung bendera hijau lingkungan hidup. Meski targetnya yang pertama, yakni untuk membatasi penggunaan energi dianggap suatu target yang kelewat berani oleh negara-negara seperti Amerika Serikat .