PBB Terus Bahas Resolusi Libanon | dunia | DW | 08.08.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

PBB Terus Bahas Resolusi Libanon

Pergulatan untuk menyepakati sebuah resolusi untuk pemecahan konflik Timur Tengah memasuki babak berikutnya.

Dubes AS untuk PBB John Bolton

Dubes AS untuk PBB John Bolton

Hari Selasa (08/08) ini, delegasi Liga Arab datang ke markas PBB di New York untuk mewakili kepentingan Libanon di depan Dewan Keamanan PBB. Diskusi mengenai resolusi Libanon dilanjutkan hari Selasa (8/8) ini. Walaupun Dewan Keamanan PBB sejak hari Sabtu (05/08) lalu berdebat alot menyangkut rancangan resolusinya, akan tetapi pada dasarnya semua menyepakati satu sasaran, yakni sebuah resolusi yang dapat diterapkan. Demikian diungkapkan ketua Dewan Keamanan PBB saat ini, Nana Effah-Apenteng yang berasal dari Ghana.

Libanon berpendapat, rancangan resolusi yang sudah diajukan, kurang memperhatikan kepentingan negara itu. Sementara perwakilan Liga Arab menjelaskan, berakhirnya konflik, terutama memiliki sebuah konsekuensi, yaitu ditariknya tentara Israel dari Libanon Selatan.

Tema lainnya adalah pengawasan atas kawasan pertanian Sheeba juga harus dibicarakan, seperti halnya juga tukar menukar tawanan dua tentara Israel yang diculik serta tahanan Libanon.

Dutabesar Amerika Serikat di PBB, John Bolton, menyatakan siap mendengarkan tuntutan dari kedua belah pihak yang terlibat konflik. Akan tetapi, ia juga menegaskan, tidak akan terdapat sebuah resolusi yang ideal. Semua pihak yang terlibat konflik, dipastikan akan merasa tidak puas dengan salahsatu bagian dari resolusi. Akan tetapi disebutkannya, jika dapat diajukan sebuah rancangan resolusi yang dapat memuaskan semua pihak, kemungkinan tidak akan muncul krisis.

Menjawab pertanyaan, berapa lama hingga Dewan Keamanan PBB dapat memutuskan sebuah resolusi, ketua Dewan Keamanan yang berasal dari Ghana, Effah-Apenteng menjawab singkat. “Delegasi Liga Arab baru tiba hari Selasa ini. Jika semua berjalan lancar, dan naskah resolusi dapat diajukan untuk dilakukan pemungutan suara, harusnya semua dapat disepakati dalam waktu 24 jam.“ Artinya, paling cepat hari Rabu besok masalahnya dapat dituntaskan.

Iklan