PBB Susun Resolusi Kecam Pengingkaran Holocaust | dunia | DW | 27.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

PBB Susun Resolusi Kecam Pengingkaran Holocaust

PBB bermaksud menetapkan resolusi yang mengecam pihak-pihak yang mengingkari terjadinya holocaust atau pembantaian terhadap kaum Yahudi selama Perang Dunia kedua.

Karangan bunga di bekas kamp konsentrasi Buchenwald, Jerman

Karangan bunga di bekas kamp konsentrasi Buchenwald, Jerman

Upacara peringatan Hari Pembebasan Tahanan dari Auschwitz merupakan acara yang paling emosional dalam sidang umum PBB. Sejak pertama kalinya diselenggarakan tahun lalu, Duta Besar Israel, Dan Gillermann, juga berupaya mengingatkan dunia akan ancaman serupa dari sebuah negara lain. Ia mengatakan:

“Satu dunia, namun di mana sebuah rejim yang kejam dan radikal mengingkari holocaust dan mempersiapkan holocaust yang berikutnya.”

Ketika itu, Duta Besar Israel di PBB ini mengarahkan komentarnya terhadap Mahmud Ahmadinejad. Presiden Iran itu pernah menyatakan bahwa pembantaian massal terhadap umat Yahudi merupakan mitos belaka. Satu tahun setelah hari peringatan itu dan lebih satu bulan setelah Iran menyelenggarakan konferensi di Teheran yang mempertanyakan kebenaran Holocaust, gelombang emosi semakin tinggi.

Hari Peringatan kali ini bisa menjadi konfrontasi politik. Amerika Serikat bersama Jerman dan 40 negara lainnya telah mempersiapkan sebuah resolusi, yang mengecam pengingkaran Holocaust itu. Duta Besar Jerman untuk PBB, Thomas Matussek, yang turut memformulasi teks resolusi itu menjelaskan:

“Hari peringatan ini memiliki fungsi yang penting. Resolusi terhadap pengingkaran Holocaust merupakan satu langkah yang lebih jauh. Tentunya kami juga harus realistis dan berhati-hati agar formulasi resolusi itu tidak justru memicu perdebatan politik yang tidak berhubungan dengan masalahnya secara langsung. Misalnya masalah konflik Timur Tengah. “

Pertimbangan seperti ini menyebabkan resolusi itu ditulis dengan kata-kata yang netral dan tidak menyinggung negara manapun. Namun setiap orang tahu, negara mana yang dimaksudkan. Selain itu, kata-kata yang disampaikan Duta Besar AS untuk PBB, Alejandro Wolff, juga hanya ditujukan kepada Iran:

“Kami melihat adanya perkembangan yang mengkhawatirkan beberapa tahun terakhir ini. Tepat betul menggunakan Hari peringatan ini untuk menyepakati resolusi yang secara jelas mengungkapkan, bahwa anggota PBB menolak segala bentuk pengingkaran terhadap holocaust.”

Apakah resolusi yang diajukan akan mendapat konsensus, masih belum pasti. Hal ini tergantung pada Iran. Beberapa hari lalu, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad kembali mengungkapkan keraguannya atas kebenaran holocaust itu, yang menurut dia dijadikan dasar eksistensi pemerintah di Israel. Sehubungan dengan pendapat itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon menegaskan bahwa pengingkaran sebuah peristiwa sejarah yang begitu penting, sama sekali tidak bisa diterima.

Iklan