Paviliun Indonesia Pertama Kali Hadir di Pameran Internasional Gamescom di Jerman | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 21.08.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Ekonomi

Paviliun Indonesia Pertama Kali Hadir di Pameran Internasional Gamescom di Jerman

Gamescom adalah pameran industri game komputer dan teknologi digital terbesar Eropa di kota Köln, Jerman. Indonesia melalui BEKRAF hadir pertama kali dengan sebuah paviliun, di antara lebih 50 negara peserta.

Gamescom 2019 di Kota Köln Jerman berlangsung dari 21 sampai 24 Agustus 2019. Kali ini diikuti oleh sekitar 1.150 peserta dari lebih dari 50 negara, di areal pameran seluas 218.000 m2.

Hari pertama hanya dibuka untuk kalangan terbatas, yaitu para pelaku industri games dan kalangan investor serta undangan khusus. Baru pada hari kedua, ajang Gemascom dibuka untuk umum.

Inilah pameran yang setiap tahun ditunggu oleh para penggemar computer games atau game komputer, karena menghadirkan berbagai trend terbaru sekaligus demonstrasi dan show sensasional.

Gamescom juga menjadi ajang perburuan berbagai pernak-pernik cinderamata yang berhubungan dengan permainan komputer terkenal. Inilah juga ajang bagi para pengembang memperkenalkan rencana dan produk terbaru mereka.

Para pelaku usaha Indonesia di sektor industri games dan digital teknologi memang selama ini sudah ada yang berpartisipasi di Gamescom, sebagai perusahaan. Tahun 2019, untuk pertama kalinya Paviliun Indonesia hadir, di bawah koordinasi Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) yang memberikan dukungan dan fasilitasi kepada sepuluh perusahaan game dari Indonesia untuk menampilkan diri.

Gamescom 2019, Jerman

Suasana Gamescom di Jerman hari pertama

Indonesia punya potensi dan ingin tampil

Terutama para pengembang Asia hadir cukup dominan. Ini juga salah satu alasan Indonesia untuk tampil dengan sebuah Paviliun di Gamescom, kata Diretur Pemasaran BEKRAF, Joshua P.M. Simanjuntak yang turut hadir di Köln, bersama Direktur Infrastruktur Hari Santosa Sungkari. Acara pembukaan Gamescom diikuti oleh Duta Besar RI di Berlin, Arif Havas Oegroseno dan Atase Perdagangan Nurlisa Arfani.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin berpartisipasi aktif dalam mendukung keikutsertaan para pelaku usaha games dari Indonesia dengan mendatangkan para pelaku usaha game di Jerman, pada kegiatan Business Gathering pada 20 Agustus 2019. KBRI Berlin juga mempertemukan delegasi dari Indonesia dengan beberapa stakeholder di kota Köln, antara lain KölnBusiness Wirtschaftsförderungs-GmbH dan Kamar Dagang dan Industri Jerman IHK.

Para peserta di Paviliun Indonesia menyatakan gembira atas kesempatan berpartisipasi di Gamescom dan menyambut dukungan pemerintah melalui BEKRAF. Beberapa pelaku industri games memang sudah memiliki jaringan internasional dan giat di bidang jasa digital, terutama untuk game komputer dan promosi perusahaan.

Gamescom 2019, Jerman

Sebagian peserta dan delegasi Indonesia dengan Dubes RI di Jerman Arif Havas Oegroseno (tengah)

Menggaet investor asing untuk memotivasi investor domestik

Deputi Infrastruktur BEKRAF Hari Sungkari menerangkan kepada DW, sasaran yang dituju dengan kehadiran Paviliun Indonesia di Gamescom adalah menjalin hubungan B2B (businees to business) antara pihak Indonesia dengan calon investor, pengembang dan penerbit computer game, dengan tujuan untuk menembus pasar luar negeri.

Dia menambahkan, dua faktor maupun kendala utama di pasar digital ini adalah masalah sumber daya manusia dan permodalan. Dia mengakui, bahwa di Indonesia sendiri belum banyak pemodal yang menanamkan investasi di bidang industri games. Itu sebabnya, pemerintah melalui BEKRAF terutama ingin menjaring investor internasional.

"Sudah ada, beberapa (investor internasional), walaupun dananya masih terhitung kecil, ratusan ribu dolar", kata Hari Sungkari. "Harapannya, kalau sukses menarik investor internasional, yang di dalam negeri juga akan termotivasi dan tarik ikut terjun."

Gamescom 2019, Jerman

Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari

hp/ml