Partai Ultra Kanan AfD Bentuk Faksi Yahudi, Picu Kontroversi | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 08.10.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Jerman

Partai Ultra Kanan AfD Bentuk Faksi Yahudi, Picu Kontroversi

Belasan organisasi Yahudi di Jerman menolak pembentukan "faksi Yahudi" di partai ultra kanan AfD. Sekelompok warga muda Yahudi bergabung dengan AfD dan membentuk faksi kontroversial itu.

Kelompok muda Yahudi dalam partai ultra kanan AfD hari Minggu (07/10) di kota Wiesbaden mendeklarasikan pembentukan kelompok Yahudi AfD yang disebut JafD dengan beranggotakan 19 orang. 17 organisasi Yahudi di Jerman mengecam langkah itu dan mengatakan AfD bersikap anti-demokrasi dan menyebarkan politik kebencian sampai penyangkalan peristiwa Holocaust.

Vera Kosova terpilih sebagai ketua JAfD yang bermarkas di Berlin. Masih ada lima warga keturunan Yahudi yang akan bergabung, sehingga anggotanya akan bertambah menjadi 24 orang, kata juru bicara AfD di negara bagian Hessen, Klaus Herrmann. Dia menambahkan, sepertiga dari anggota JafD berasal dari bekas Uni Soviet.

Vera Kosova yang berasal dari Uzbekistan mengatakan kepada wartawan di Wiesbaden, bahwa "AfD menjauhkan diri dari rasisme dan anti-Semitisme dalam segala bentuk."

Deutschland Jüdische Bundesvereinigung in der AfD Vera Kosova (picture-alliance/dpa/F. Rumpenhorst)

Vera Kosova (kanan) diangkat sebagai Ketua JAfD

Organisasi Yahudi: JafD hanya taktik pencitraan

Pembentukan JAfD memicu kecaman dari berbagai organisasi Yahudi, termasuk aksi unjuk rasa di kota Frankfurt yang digelar Persatuan Mahasiswa Yahudi Jerman, JSUD. Polisi mengatakan ada 250 demonstran yang ambil bagian. (foto artikel)

Ketua JSUD Dalia Grinfeld mengatakan, AfD sama sekali tidak dapat dianggap ramah kepada warga Yahudi. "Anda tidak akan mendapatkan label kosher (halal) dari kami," katanya ke araf AfD.

Direktur pusat pendidikan anti-rasisme Anne Frank di Frankfurt, Meron Mendel, menggambarkan JAfD sebagai bagian dari taktik pencitraan. Dia mengatakan, ada orang-orang Yahudi yang memang terjebak pada wacana "posisi rasis, anti-Muslim, homofobia atau (wacana) tidak manusiawi lainnya."

Kecaman dari kelompok Yahudi

17 kelompok Yahudi di Jerman, termasuk Dewan Pusat Yahudi dan Federasi Olahraga mengeluarkan pernyataan bersama mengecam pembentukan JafD.

"AfD adalah sebuah partai di mana kebencian terhadap orang Yahudi dan menyebarkan penyangkalan terhadap Shoah (peristiwa Holocaust). AfD adalah partai anti-demokrasi, menghina kemanusiaan dan sebagian besar (terdiri dari) radikal kanan," demikian disebutkan dalam pernyataan bersama itu.

Charlotte Knobloch, mantan ketua Dewan Pusat Yahudi yang selamat dari Holocaust saat remaja, mengatakan kepada majalah berita Spiegel hari Sabtu (06/10) bahwa AfD memang memusuhi orang Yahudi.

"Sama seperti seseorang dapat memiliki teman Yahudi dan meskipun demikian tetap bersikap anti-Semit, tidak ada jaminan bahwa sebuah partai dengan anggota Yahudi juga tidak akan menunjukkan kecenderungan anti-Semit," kata Knobloch.

Anggota parlemen Stephan Harbarth dari partai kristen CDU menyebut pembentukan JAfD di Wiesbaden sebagai "kepura-puraan".

"AfD secara sistematis mengecilkan kejahatan dan kekerasan dari era Nazi," kata Harbath.

hp/ap (dpa, epd, kna)

 

Laporan Pilihan