Pameran Permen dan Makanan Manis Internasional | Sosial | DW | 31.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Pameran Permen dan Makanan Manis Internasional

Ajang bagi produsen dan peminat cemilan manis. Makanan manis yang sehat menajdi trend. Zat pewarna dan tambahan rasa buatan semakin menjadi hal tabu.

default

Selama 4 hari gedung pameran KölnMesse terlihat seperti dunia impian anak-anak. Dari tanggal 28 sampai 31 Januari ini diadakan pameran permen dan makanan manis internasional yang ke-36 kalinya. Lebih dari 35 ribu pengunjung datang dari 155 negara untuk mencoba dan membeli produk paling baru. 60% dari mereka datang dari luar negeri, terutama dari Eropa Timur, Amerika tengah dan Amerika Selatan serta dari Timur Tengah.

Pameran yang tahun ini digelar di 4 gedung KölnMesse dengan luas 110.000 m² diikuti sekitar 1.600 produsen makanan manis dari seluruh dunia. Tidak hanya coklat dan permen, mereka juga menawarkan manisan tradisional, biskuit, kripik dan es krim. Indonesia tidak ketinggalan. Setidaknya ada satu peserta, yaitu PT. Agel Langgeng. Produsen permen Relaxa ini sudah menjadi peserta rutin sejak bertahun-tahun. Keuntungan dari pameran ini menurut Yohanes Wijoyo dari PT. Agel Langgeng adalah dapat terjalinnya kontak dengan pembeli tetap di seluruh dunia dan juga untuk menjaring pembeli baru.

Dari pameran ini, PT. Agel Langgeng mendapatkan kontak baru dari berbagai negara, seperti dari Timur Tengah, Amerika dan Afrika. Kontak dari Jerman sendiri diakui jarang didapatkan. Produk yang dijadikan andalan perusahaan asal Bekasi ini juga berbeda setiap tahunnya, tahun ini yang menjadi andalan adalah permen kopi Espresso.

Sebuah kritik muncul: pameran semacam ini dapat memperbesar konsumsi manisan yang tidak terlalu baik untuk kesehatan. Untuk menjawab kritik ini, pameran permen dan makanan manis internasional tahun ini menonjolkan produk-produk coklat dan makanan manis dengan kandungan gula dan kalori yang rendah, dari permen karet yang tidak merusak gigi sampai permen buah-buahan dan kripik rendah kalori.

  • Tanggal 31.01.2007
  • Penulis Anggatira Rinaldi
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPVT
  • Tanggal 31.01.2007
  • Penulis Anggatira Rinaldi
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPVT