Pameran Pariwisata ITB 2019, Indonesia Targetkan Lebih Banyak Wisman Jerman | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 07.03.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Turisme

Pameran Pariwisata ITB 2019, Indonesia Targetkan Lebih Banyak Wisman Jerman

ITB Berlin 2019 resmi dibuka tanggal 6 Maret 2019. Pada bursa pariwisata terbesar di dunia ini Indonesia hadirkan 108 industri pariwisata nasional.

"ITB Berlin merupakan platform promosi pariwisata yang sangat berpengaruh. Ini merupakan tempat utama bagi negara manapun yang ingin menarik perhatian pasar global," ucap Menteri Pariwisata, Arief Yahya yang hadir pada pembukaan acara ITB Berlin.

"Indonesia telah menjadi peserta pameran yang sukses dengan hasil memuaskan selama bertahun-tahun dan ITB Berlin tetap menjadi agenda tahunan penting dalam kalender promosi kami”, tambah Menteri Arief. 

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu sektor utama yang menjadi fokus pemerintah. Pariwisata adalah bagian penting untuk penciptaan lapangan kerja, serta salah satu sumber devisa terbesar di luar sektor ekspor non migas bagi perekonomian Indonesia.

Stand Indonesia pada ITB 2019 yang akan berlangsung hingga 10 Maret mendatang menempati lahan seluas 609m2. Beberapa kegiatan yang sudah disiapkan antara lain business meeting, media interview, spa corner, coffee corner, karnaval, tari tradisional Indonesia, serta 360 Virtual Reality (VR) camera.

Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno yang juga hadir pada acara pembukaan ITB 2019 menyampaikan: "Dari pameran ini kita bisa melihat kompetitor lain serta menyusun strategi kampanye yang tepat di Jerman.

Jerman merupakan salah satu pasar utama pariwisata Indonesia di Kawasan Eropa. Wisatawan asal Jerman saat ini berada di peringkat ketiga untuk wilayah Eropa setelah Inggris dan Perancis. Meski secara umum angka turis global mengalami penurunan, namun jumlah wisatawan Jerman ke Indonesia meningkat. Rata-rata wisman Jerman yang ke Indonesia menghabiskan waktu selama dua minggu dengan pengeluaran berkisar USD 2000- 2500. Dalam tahun terakhir KBRI Berlin gencar melakukan kegiatan promosi pariwisara melalui iklan di bis, di bandara, di radio, online travel agents, dan pertunjukan komplit wisata Indonesia di Konstanz November lalu.

Tonton video 00:38

Bus Wonderful Indonesia Hadir di Berlin

"Tahun ini kita merencanakan sejumlah kegiatan. Diantaranya workshop membatik, individual press/blogger trips, roadshow dengan Pacific Asia Travel Association (PATA) di Berlin, Kiel, Hannover serta Munster. Selain itu kita juga akan lakukan Famtrip dengan mengundang 120 industri pariwsata Jerman bekerja sama dengan TUI, tur operator terkemuka di Jerman," jelas Dubes Oegroseno.

Secara khusus, Dubes Oegroseno juga menyusun joint campaign pariwisata Indonesia dengan menggandeng beberapa maskapai besar yang membuka rute Indonesia-Eropa. Pada ITB Berlin kali ini, maskapai-maskapai tersebut menjadi bagian dari stand pameran negara asalnya, seperti Turkish Airlines, Qatar Airways, Singapore Airlines, Emirates serta Thai Airways. Disayangkan Garuda belum pernah menggarap pasar Jerman, negara berpenduduk 82 juta jiwa serta memiliki kekuatan ekonomi yang solid di Eropa. 

ITB Berlin sudah berlangsung selama 50 tahun. Tahun lalu pameran seluas 160 ribu m2 ini dihadiri sekitar 160 ribu pengunjung. 110 ribu diantaranya adalah para pelaku usaha pariwisata dan sekitar 1000 top qualified buyers. Nilai transaksinya mencapai 7 milyar Euro. Tahun ini diperkirakan jumlahnya akan meningkat.

vlz/as (kbri berlin)

 

 

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait