Pameran Bursa Turisme Internasional di Berlin | Sosial | DW | 07.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Pameran Bursa Turisme Internasional di Berlin

Salah satu pameran turisme internasional terbesar di dunia dibuka di Berlin Rabu (7/3) ini.

Spanduk pameran turisme internasional di Berlin, Jerman

Spanduk pameran turisme internasional di Berlin, Jerman

Liburan adalah sesuatu yang selalu dinantikan setiap orang, termasuk warga Jerman. Bahkan menurut hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga penelitian konsumen, GfK, yang dikeluarkan menjelang pameran bursa turisme internasional ITB di Berlin, warga Jerman khususnya ingin berlibur ke luar kota dan luar negeri. Ini mungkin cerminan dari harapan optimis biro perjalanan di Jerman yang ingin menghasilkan lebih dari 20 milyar Euro tahun ini. Jika tercapai, ini adalah rekor yang melebihi tahun booming 2001 yang lalu.

Christian Göke, pimpinan pameran di Berlin optimis akan tercapainya rekor tersebut. "Hasil penilaian ini menunjukkan, bahwa walau pun pajak pertambahan nilai meningkat di Jerman, mereka tidak akan menghemat dalam urusan turisme. Kami bahkan menantikan peningkatan sebesar tiga persen. Bagi kami, pertanda baik ini penting bagi ITB tahun ini.“

Sekitar 11 ribu peserta pameran dari 184 negara menjadi tamu salah satu pameran turisme terbesar di dunia. 26 ruangan pameran seluas 160 ribu meter persegi diborong para penyewa. Selama lima hari, tempat liburan, biro perjalanan, hotel dan perusahaan penerbangan berusaha menjual produk mereka. Bersamaan dengan itu, juga diselenggarakan banyak forum dan kogres dengan tema turisme.

"Kami juga berbicara tentang perubahan iklim. Untuk pertama kalinya kami mendapatkan forum ekonomi dunia dari Davos sebagai mitra dalam presentasi hasil studi tren mereka yang ditunggu-tunggu dunia internasional. Kami juga mempunyai tema Airbus versus Boeing.“

Dengan ini, tema-tema aktual dibahas di ITB dan ini memang tujuan turisme. Demikian pendapat Klaus Laepple, Presiden Perhimpunan Perekonomian Turisme Jerman. Misalnya, perubahan iklim. Laepple menekankan, bagi turisme masalah lingkungan hidup tidak dapat terhindarkan.

"Namun, kami menolak rencana Komisi Eropa yang hanya melibatkan perusahaan penerbangan Uni Eropa dengan perdagangan emisi karena produksi karbondioksida. Tidak boleh ada kompetisi melalui masing-masing wilayah negara. Pemanasan bumi dan CO2 adalah masalah global yang juga memerlukan jawaban global.“

Kompetisi ketat yang juga tengah terjadi adalah antara para biro perjalanan yang lewat situs internetnya menawarkan pemesanan tiket secara online. Memang sekarang semakin banyak warga Jerman yang memesan melalui internet. Ini menyebabkan biro perjalanan besar kehilangan pasaran mereka. Menurut perkiraan, untuk 2008 saja 40 persen tiket dipesan melalui internet. Walau pun demikian, Klaus Laepple menekankan bahwa perkembangan ini sebenarnya juga dapat diantisipasi oleh biro perjalanan besar.

Tujuan wisata yang paling diincar di Eropa adalah perjalanan jauh ke Asia, Meksiko, Maladewa dan Afrika Selatan. Untuk yang jaraknya dekat, Italia, Spanyol dan Tunesia berada di urutan teratas. Bagi orang Jerman sendiri, tujuan wisata favorit mereka tetap negara mereka sendiri. Entah itu ke pegunungan Alpen atau pantai di Laut Baltik.