Pakistan Sukses Uji Rudal Jarak Jauh | Fokus | DW | 22.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pakistan Sukses Uji Rudal Jarak Jauh

Menurut keterangan pihak militer, rudal yang mampu menempuh jarak 700 kilometer tersebut ditembakkan dari sebuah basis militer hari Kamis (22/03) pagi

Shaheen-I, salah satu rudal jarak dekat yang dimiliki Pakistan

Shaheen-I, salah satu rudal jarak dekat yang dimiliki Pakistan

Rudal balistik dari tipe HaTF-7 itu mampu mengangkut hulu ledak nuklir dan dilengkapi dengan tekhnologi stealth yang memungkinkan tak terdeteksi radar musuh,. Pernyataan yang dikeluarkan angkatan bersenjata Pakistan menyebutkan, tes itu membuktikan bahwa senjata tersebut memenuhi parameter yang diinginkan.

Presiden Pervez Musharraf dan Perdana Menteri Shaukat Aziz langsung tampil di media-media Pakistan untuk memberikan selamat atas suksesnya uji coba rudal tersebut. Musharraf juka menjanjikan dukungannya bagi pengembangan proyek-proyek strategis milik militer. Rudal jarak dekat Hatf-II sebelumnya dilaporkan diuji pada bulan Februari 2006. Tapi saat itu jangkauannya baru 500 kilometer. Pihak militer sendiri menyatakan, perbaikan dan uji-coba rudal itu untuk meningkatkan keamanan nasional dan menkonsolidasikan kekuatan militer Pakistan.

Sudah ada beberapa negara yang melakukan uji coba senjata nuklir. Lima diantaranya bahkan mendapat status oleh Perjanjian Nonproliferasi Nuklir sebagai negara pemilik senjata Nuklir. Kelima negara tersebut adalah: Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis dan Cina. Sementara India, Pakistan dan Korea Utara juga pernah melakukan uji coba tersebut. Namun mereka tidak secara formal diakui sebagai negara pemilik senjata nuklir.

Pakistan sebenarnya terikat persetujuan dengan India untuk memberitahukan terlebih dahulu semua rencana uji coba peluru kendali. Meskipun demikian, pemerintah India mengaku tidak diberitahukan sebelumnya tentang rencana uji coba tersebut. Militer Pakistan sendiri berdalih, persetujuan itu hanya menyangkut rudal jarak jauh, sementara yang diuji-coba adalah rudal jarak dekat.

Pakistan dan India terlibat percekcokan soal wilayah Kashmir sejak tahun 1947. Kedua negara yang bertetanggaan itu secara rutin menguji-coba kemampuan senjata nuklirnya. Menteri luar negeri Pakistan belum lama ini juga sudah bertemu dengan mitranya dari India di Delhi dan menandatangani kesepakatan mengurangi resiko perang nuklir yang tidak disengaja di kawasan tersebut.

Pun hubungan kedua negara yang sempat pasang surut, sudah kembali membaik sejak perundingan damai tahun 2004. Namun perkembangan terbaru ini membuat beberapa kalangan khawatir, uji-coba rudal balistik Pakitsan tersebut bisa memicu ketegangan baru di kawasan.