1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kanselir Jerman Tepis Kritik Soal Pasokan Senjata ke Ukraina

20 April 2022

Kanselir Jerman Olaf Scholz berusaha meredakan kritik yang menyebut negaranya enggan mengirimkan senjata berat ke Ukraina. Scholz menjelaskan, "NATO tidak bisa dan tidak akan terlibat langsung dalam perang".

https://p.dw.com/p/4A7nr
Olaf Scholz
Kanselir Jerman Olaf Scholz membuat pernyataan usai berbicara dengan para pemimpin Eropa dan Presiden AS Joe BidenFoto: Lisi Niesner/REUTERS

Kanselir Jerman Olaf Scholz menangkis kritikan tentang keengganan negaranya untuk mengirimkan senjata berat ke Ukraina dalam pidatonya di Berlin, Selasa (19/04).

Pada pernyataannya, Scholz mengatakan meskipun tentara Jerman Bundeswehr tidak lagi punya banyak senjata untuk ditawarkan kepada Ukraina, pemerintahnya mendukung produsen senjata Jerman secara finansial.

"Kami telah meminta industri senjata Jerman untuk memberi tahu kami bahan mana yang bisa dipasok dalam waktu dekat," kata Olaf Scholz, seraya menambahkan bahwa Berlin sedang berkoordinasi dengan Kyiv mengenai apa yang dibutuhkan Ukraina dan akan memasok dana yang dibutuhkan.

Dia mencantumkan senjata anti-tank, peralatan pertahanan udara, amunisi, ''dan yang bisa digunakan dalam pertempuran artileri'' sebagai senjata yang mungkin bisa dipasok.

Scholz menambahkan bahwa Jerman bisa memasok suku cadang untuk senjata tertentu yang dikirim oleh sekutu NATO lainnya ke Ukraina

Scholz: Bundeswehr tidak punya senjata berat untuk ditawarkan

Scholz menghadapi tekanan yang meningkat dari pejabat Ukraina, politisi oposisi Jerman dan anggota parlemen dalam koalisi pemerintahannya sendiri, untuk memberi Ukraina peralatan yang lebih kuat dalam menghadapi serangan baru Rusia.

Pada Senin, (18/04), Walikota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan kepada surat kabar Jerman Bild, "Kami membutuhkan senjata berat dari Jerman segera. Setiap penundaan menelan korban jiwa,".

Sehari sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa negaranya menghadapi situasi di mana ada "izin bagi Rusia untuk mengambil nyawa warga Ukraina". Meski Zelenskyy tidak menyebut nama Jerman secara spesifik,

Kanselir dalam pernyataannya mengatakan bagaimanapun pemerintahnya memprioritaskan bantuan yang bisa ditawarkan segera, dan untuk mengirim pasokan Ukraina dari Bundeswehr, "Kita harus mengakui jika kemungkinan ini telah mencapai batasnya".

Setelah beberapa dekade pengeluaran pertahanan menurun, Bundeswehr menjadi terkenal karena kelangkaan peralatan dan masalah perekrutannya.

Scholz juga menjelaskan, saat sekutu bisa memilih memasok senjata berat untuk perang Ukraina, "NATO tidak bisa dan tidak akan terlibat langsung dalam perang".

rw/pkp (AP, dpa)