OKI Serukan Gencatan Senjata di Libanon | Fokus | DW | 03.08.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

OKI Serukan Gencatan Senjata di Libanon

Negara anggota Organisasi Konferensi Islam, OKI, menggelar Konferensi Tingkat Tinggi Darurat di Malaysia untuk membahas konflik Israel-Hizbullah.

default

Para pemimpin negara dan pemerintahan anggota Organisasi Konferensi Islam, OKI, mendesak pelaksanaan gencatan senjata segera di Libanon dan mengusulkan pengiriman pasukan perdamaian PBB ke Timur Tengah. Konferensi Tingkat Tinggi Darurat OKI yang digelarkan di Putrajaya, Malaysia, diikuti lebih dari 18 negara, di antaranya Iran yang diwakili oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Tuan rumah KTT, Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Badawi yang kini menjabat sebagai Ketua OKI, menuduh masyarakat internasional, terutama PBB, hanya berpangku tangan. Menteri Luar Negeri Libanon, Fawzi Salloukh, meminta penarikan segera pasukan Israel dari Libanon:

Fawzi Salloukh: „Kami terutama menuntut gencatan senjata, penarikan pasukan Israel ke belakang garis biru dan pemulangan pengungsi Libanon ke tempat tinggal dan desanya masing-masing. Selain itu kami menginginkan sebuah komisi internasional untuk memeriksa aksi kriminal Israel.“

Para peserta KTT Darurat OKI tersebut juga menganjurkan keterlibatan negara berpenduduk mayoritas Islam dalam pasukan perdamaian PBB di Timur Tengah. Negara yang disebutkan adalah Turki, Bangladesh, Pakistan dan Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar beragama Islam di dunia.

Indonesia tampaknya bersedia untuk mengirimkan sekitar 600 tentara untuk bergabung dalam pasukan helm biru di Libanon. Mayor Jenderal Bambang Dharmono mengatakan, persiapan untuk itu sudah dilaksanakan.

Negara anggota OKI juga menuntut dilaksanakannya penyelidikan internasional atas tindak kejahatan perang Israel. Sementara seorang juru bicara OKI mengatakan, masyarakat internasional tidak berbuat apa-apa. Hal itu menimbulkan kemarahan di dunia islam yang mengakibatkan kebencian bertambah. Semua negara dengan penduduk Islam mengutuk agresi Israel terhadap Palestina dan Libanon. Jadi, Dewan Keamanan PBB harus aktif.

Presiden Iran Ahmadinejad mengemukakan di Putrajaya, masalah Timur Tengah pada dasarnya dapat diselesaikan dengan menghancurkan rejim zionis. Namun, saat ini yang diutamakan adalah gencatan senjata. Ahmadinejad menyerukan semua negara Islam untuk menghentikan hubungan ekonomi dan politiknya dengan Israel.

Organisasi Konferensi Islam terdiri dari 57 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam dan meliputi 1, 5 milyar warga muslim.