1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Norwegia Kenang Korban Serangan 22 Juli

22 Juli 2012

Tepat satu tahun pasca serangan pembunuhan massal oleh Anders Behring Breivik, di Oslo dan Pulau Utoya, Minggu (22/07) warga Norwegia mengenang 77 korban serangan teror tersebut.

https://p.dw.com/p/15czL
Eine norwegische Fahne weht am Samstag (23.07.11) in Berlin vor den Nordischen Botschaften auf Halbmast, an dem Blumen angebracht sind. Bei einem verheerenden Anschlag in Oslo und einem nachfolgenden Blutbad in einem Jugendlager waren am Freitag (22.07.11) mehr als 90 Menschen getoetet worden. Die Tat wurde von einem offenbar rechtsgerichteten Norweger mit islamfeindlichen Ansichten veruebt. (zu dapd-Text)
Foto: dapd

Dengan peletakan karangan bungan di bangunan pemerintah yang rusak berat di ibukota Oslo dan di bawah tindakan pengamatan amat ketat, Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg dan Raja Harald V membuka upacara peringatan. Tokoh ekstremis kanan Breivik ingin mengubah negara itu dengan „bom dan peluru“, kata Stoltenberg. Tapi warga Norwegia tetap mempertahankan norma-normanya. „Pembunuh telah gagal, dan rakyat menang.“

Pada waktu yang sama di Pulau Utoya, korban yang selamat dan keluarga korban tewas pembunuhan massal 22 Juli tahun lalu berkumpul, dengan dihadiri masyarakat umum. Di pulau tersebut Brevik membunuh 69 orang peserta kamp musim panas partai sosial demokrat. Dua jam sebelumnya di kawasan gedung pemerintahan di Oslo 8 orang tewas akibat bom mobil yang disulut Breivik.

Norway's King Harald (R) and Prime Minister Jens Stoltenberg attend a wreath laying ceremony during a ceremony to mark the one year anniversary of the twin Oslo-Utoeya massacre by self confessed killer Anders Breivik, near the heavily damaged government building in Oslo July 22, 2012. REUTERS/Berit Roald/NTB Scanpix/Pool (NORWAY - Tags: POLITICS ROYALS ANNIVERSARY CIVIL UNREST)
Upacara peringatan serangan teror di Oslo (22/07)Foto: Reuters

Minggu (22/07) siang PM Norwegia Jens Stoltenberg juga menghadiri Pulau Utoya. Setelah terjadinya serangan yang mengerikan itu, kepala pemerintahan dari partai sosial demokrat Stoltenberg menyerukan toleransi, humanitas dan demokrasi lebih besar daripada kebencian dan balas dendam. Reaksi kehangatan dan ketenangan warga Norwegia kemudian membuat dunia kagum.

Members of Norway's royal family Crown Princess Mette-Marit (2nd L), Crown Prince Haakon (3rd L), Queen Sonja (3rd R) and King Harald (R), Norway's Prime Minister Jens Stoltenberg (2nd R) and his wife Ingrid Schulerud (4th R) attend a ceremony to mark the one year anniversary of the twin Oslo-Utoeya massacre by self confessed killer Anders Breivik, near the destroyed government building in Oslo July 22, 2012. REUTERS/Berit Roald/NTB Scanpix (NORWAY - Tags: ANNIVERSARY CIVIL UNREST ROYALS) THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. IT IS DISTRIBUTED, EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS. NORWAY OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES INNORWAY
Peringatan serangan teror di Norwegia (22/07)Foto: Reuters

Minggu malam di Oslo berbagai seniman terkenal menggelar konser di balaikota. Pada peringatan pertama pasca serangan 22 Juli, pemerintah Norwegia juga membuka kembali jalan-jalan di kawasan pemerintahan yang biasanya ditutup. Gedung bertingkat pemerintahan tempat kantor PM Stoltenberg serta sejumlah kementerian rusak berat akibat serangan bom Breivik dan tidak dapat dipergunakan. Mengenai kemungkinan peruntuhan bangunan bertingkati itu masih belum ada keputusan.

DK (dpa, afp, dpad)