Neraca kunjungan Condoleezza Rice | Fokus | DW | 16.03.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Neraca kunjungan Condoleezza Rice

Condoleezza Rice berada di Indonesia selama dua hari. Bagaimana neraca kunjungan Menlu Amerika Serikat ini?

Menlu AS Rice

Menlu AS Rice

Tetap dengan penjagaan ketat, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Condoleezza Rice meninggalkan Indonesia menuju Australia. Selama di Indonesia pembicaraan Menlu AS Condollezza Rice dengan pemerintah Indonesia berkisar antara lain tentang hubungan bilateral Amerika Serikat dan Indonesia. Demikian ungkap jurubicara Presiden RI, Dinno Patti Djalal kepada pers.

Dinno Djalal: Pertama hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat dan kemudian masalah regional. Mengenai hubungan bilateral, Presiden menyatakan bahwa beliau menyambut baik hubungan Indonesia-Amerika Serikat yang berada dalam kondisi baik, terutama semenjak dipulihkannya hubungan antar militer dengan Amerika Serikat beberapa bulan lalu.”

Amerika Serikat memutuskan hubungan dengan militer Indonesia pada tahun 1999, berkaitan dengan pelanggaran HAM oleh militer Indonesia di Timor Lorosae. Sejumlah kritik muncul, pemulihan hubungan ini November lalu merupakan upaya meningkatkan kerja sama dalam memerangi terorisme. Sementara Menlu AS, Condoleezza Rice, membela keputusan AS itu.

Dalam kunjungannya ia menegaskan, militer Indonesia yang menjalankan reformasi dan efektif sangat penting bagi kepentingan seluruh kawasan. Ia tambahkan, Amerika Serikat mengharapkan keberlanjutan proses reformasi militer yang menuju akuntabilitas. Sementara jurubicara dua kepresidenan, Desra Percaya menyatakan, walaupun ada perbedaan pandangan bagaimana memerangi terorisme, ada kerjasama dalam pembagian tugas serta beban, maupun peningkatan kapasitas kepolisian Indonesia.

Desra Percaya: Kan ada kerja sama burden sharing, juga ada peningkatan kapasitas terutama untuk kepolisian kita. Tentu saja ada perbedaan pandangan bagaimana memerangi terorisme dan kemarin juga kedua menlu sudah bertukar pandangan, dalam mana sudah terlihat keperluan untuk capacity building dan sharing intelligence."

Menurut Desra Percaya, secara keseluruham kunjungan Menlu Rice ini menunjukan perubahan persepsi Amerika Serikat terhadap Indonesia.

Desra Percaya: "Paling tidak satu hal, Amerika saat ini sudah tidak melihat Indonesia dalam pelanggaran HAM isyu, Timika, military reform, tapi Amerika sudah melihat Indonesia dalam konteks growing partnership, karena kita memiliki pandangan yng sama terhadap nilai HAM, demokrasi dan pluralisme.”

Selain membahas masalah keamanan, Menteri Luar Negeri AS, Condoleezza Rice menjanjikan bantuan 8,5 juta US Dollar Amerika untuk program pendidikan dan akan mengucurkan 11,5 juta dollar Amerika Serikat untuk membantu penanganan flu burung di Indonesia.