Neraca KTT NATO di Riga | Fokus | DW | 30.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Neraca KTT NATO di Riga

Tidak ada perluasan atau perubahan mandat bagi pasukan pengaman di Afghanistan, ISAF.

Kanselir Merkel dalam jumpa pers di Riga

Kanselir Merkel dalam jumpa pers di Riga

Kalau dilihat dari isinya, KTT NATO ini memang secara keseluruhan sesuai dengan bayangan Jerman: bertentangan dengan keinginan pihak pemimpin NATO dan beberapa negara anggota, tidak akan ada perluasan mandat angkatan bersenjata Jerman di Afghanistan. Hal ini sudah berulang kali ditekankan oleh Kanslir Jerman Angela Merkel dan ia juga tidak mundur dari tuntutan ini. Penempatan sekitar 2.900 tentara Jerman tetap dibatasi di bagian utara Afghanistan yang relatif tenang, hanya dalam keadaan darurat angkatan bersenjata Jerman dapat ditempatkan di wilayah-wilayah lain.

Spanyol dan Prancis juga tidak mengubah mandat mereka. Dengan ini, beberapa negara yang menempatkan banyak prajuritnya dalam pasukan pengaman untuk Afghanistan, ISAF, telah melepaskan dukungan jangka panjang mereka bagi mitra NATO yang terdesak di bagian selatan dan timur Afghanistan. Sebelum KTT NATO ini, Amerika Serikat, Inggris dan Kanada telah menuntut perluasan kemungkinan penempatan pasukan bagi semua prajurit NATO di Afghanistan.

Kanslir Jerman Merkel juga menyerukan untuk tidak membatasi dukungan bagi Afghanistan di bidang militer saja, dan pada akhirnya ia mendapatkan persetujuan dari sebagian besar peserta KTT.

"Tidak ada pembangunan tanpa keamanan dan tidak ada kemanan tanpa pembangunan." Demikian dikatakan Merkel. Dengan rumus kompromi ini, para peserta menyepakati dokumen penutup KTT NATO tahun ini. Sebuah kelompok penghubung dengan Afghanistan diharapkan akan memperbaiki kerja sama antara militer dan pihak yang bertanggung jawab dalam urusan pembangunan sipil.

Sekjen NATO Jaap de Hoop Scheffer juga menyampaikan satu kesuksesan nyata, yaitu, setelah diskusi bertahun-tahun, akhirnya di Riga diumumkan bahwa pasukan gerak cepat NATO, NRF, siap dipakai secara penuh. 25.000 prajurit dari negara-negara anggota sedia setiap saat untuk ditempatkan di mana saja dalam waktu 5 hari dan tinggal di sana selama maksimal 30 hari.

Jawaban positif yang konkret tentang keanggotaan NATO untuk negara-negara Balkan tidak diberikan di Riga. Hal ini akan diputuskan dalam KTT NATO selanjutnya tahun 2008. Para pemimpin tertinggi 26 negara anggota NATO juga menyambut kemajuan Albania, Kroasia dan Makedonia, yang dilakukan sebagai persiapan untuk masuk sebagai anggota NATO. Tetapi Scheffer juga memengungkapkan kekecewaannya tentang kurangnya dukungan rakyat Kroasia untuk masuk sebagai anggota NATO.

"Negara-negara anggota NATO telah melihat, bahwa di Kroasia ada kekurangan tertentu dalam dukungan rakyat bagi masuknya Kroasia sebagai anggota NATO. Tetapi dalam dokumen penutup di Riga, kami tidak menyisipkan persyaratan tambahan menyangkut hal itu."

Itu berarti: NATO akan mendukung usaha lebih lanjut Kroasia, agar masuknya negara itu sebagai anggota NATO mendapatkan dukungan sesuai dari rakyat.