NATO Gempur Taliban | Fokus | DW | 26.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

NATO Gempur Taliban

Sedikitnya 69 pejuang Taliban meregang nyawa ditangan pasukan NATO dalam pertempuran besar di selatan Afghanistan.

Kawasan di Provisi Helmand, Afghanistan Selatan

Kawasan di Provisi Helmand, Afghanistan Selatan

Pertempuran tersebut adalah bagian dari operasi musim semi NATO di Provinsi Helmand untuk melibas kelompok pembangkang Taliban. Misi yang disebut sebagai operasi Achilles itu bertujuan memotong jalur pasokan logistik Taliban dan membatasi ruang gerak milisi Taliban yang berusaha masuk ke Afghanistan melalui Pakistan.

Komandan pasukan keamanan NATO di Afghanistan Selatan, Ton van Loon, menyatakan, dirinya puas atas hasil operasi tersebut, sekaligus memuji kerjasama dengan pemerintah Pakistan soal pengamanan di kawasan perbatasan.

NATO mengerahkan 4.500 pasukan asing ditambah 1.000 tentara lokal untuk terlibat dalam operasi Achilles di selatan Afghanistan. Kawasan ini memang menjadi daerah paling panas sejak runtuhnya rejim Taliban tahun 2001.

Tahun lalu saja, lebih dari 4.000 orang tewas, 1.000 diantaranya masyarakat biasa akibat bentrokan bersenjata antara pasukan internasional dengan pejuang Taliban atau mafia opium. Ton van Loon, komandan NATO di selatan Afghanistan, memperkirakan tahun ini pasukannya akan menghadapi medan pertempuran yang tak kalah ganas dengan tahun-tahun sebelumnya,

Van Loon juga mengkhawatirkan adanya gelagat sejumlah pasukan Afghanistan akan membelot ke Taliban. Tak heran, pasalnya Taliban terus menggembar-gemborkan jihad melawan kaum kafir untuk merekrut pejuang-pejuang baru. Karenanya NATO terus menjalin kerjasama erat dengan pemerintah Afghanistan dan pemuka-pemuka desa di kawasan selatan.

Kondisi keamanan di Afghanistan yang masih jauh dari kondunsif juga terbukti dari sebuah serangan bom di pelosok timur negeri itu. Akhir minggu kemarin, sedikitnya 3 orang luka-luka di Provinsi Nangarhar akibat bom bunuh diri yang diarahkan terhadap konvoi pasukan asing.