Mutiara Tertua di Dunia Ditemukan di Abu Dhabi | SOSBUD: Laporan seputar seni, gaya hidup dan sosial | DW | 21.10.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Penemuan

Mutiara Tertua di Dunia Ditemukan di Abu Dhabi

Tim arkeolog di Uni Emirat Arab telah menemukan mutiara berumur 8,000 tahun di sebuah pemukiman dari zaman batu. Seorang pakar percaya bahwa mutiara ini diperdagangkan di Mesopotamia kuno dan dipakai sebagai perhiasan.

Departemen Budaya dan Industri Pariwisata Abu Dhabi mengumumkan temuannya yang diduga adalah mutiara tertua di dunia yang ditemukan pada situs penggalian di pulau Marawah lepas pantai ibukota Uni Emirat Arab.

Mutiara itu ditemukan diantara reruntuhan bekas pemukiman di zaman batu di pulau tersebut. Penemuan ini dapat merubah pandangan penellitian tentang bagaimana perdagangan dilakukan pada zaman tersebut.

Menurut kepala bidang unit arkeologi, Abdulla Khalfan Al-Kaabi, mutiara ini berumur setidaknya 8,000 tahun. "Ini menjadi bukti bahwa perdagangan mutiara sudah terjadi sejak periode Neolitikum.", ujarnya.



Pada situs penggalian di pulau Marawah ini juga ditemukan berbagai barang peninggalan seperti tembikar dan kepala panah.

Peneliti dari Uni Emirat Arab berpendapat bahwa mutiara ini adalah bagian dari bahan perdagangan di Mesopotamia, peradaban kuno yang menduduki wilayah yang sekarang dikenal sebagai Iraq, Iran dan beberapa bagian dari Suriah.

Pada abad 19 dan awal abad 20, Uni Emirat Arab ada dibawah kekuasaan beberapa kelompok kolonial, mutiara ini menjadi faktor utama pertumbuhan ekonomi di area ini. Meskipun begitu, sejak tren memanen tiram mutiara di akhir 1920 di Jepang dimulai, harga mutiara telah turun secara drastis.

Mutiara pulau Marawah ini akan dipajang pada pameran "10,000 Years of Luxury" di museum Louvre Abu Dhabi. (pn/vlz)

Laporan Pilihan