Musisi Avicii Meninggal Dunia Pada Usia 28 Tahun | SOSBUD: Laporan seputar seni, gaya hidup dan sosial | DW | 21.04.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Sosbud

Musisi Avicii Meninggal Dunia Pada Usia 28 Tahun

Ia ditemukan meninggal di Oman, Jumat kemarin. Demikian dikatakan juru bicaranya. Ia pernah dilaporkan kesulitan mengendalikan gaya hidup yang penuh pesta pora.

Dua tahun lalu, Avicii yang nama sebenarnya Tim Berling menyatakan "pensiun" dari karirnya sebagai musisi akibat alasan kesehatan. DJ asal Swedia itu ditemukan meninggal di ibukota Oman, Muscat, saat berlibur. Managernya tidak memberikan spesifikasi tentang penyebab kematiannya, namun menambahkan, "Keluarganya sedang menghadapi kesedihan besar dan kami minta semua orang untuk menghormati hak mereka di masa yang sulit ini."

Maitrai Joshi, seorang DJ di Muscat Hills Resort mengatakan bertemu Avicii di hotel tersebut. Ia bercerita Avicii selalu bersikap bersahabat dan rendah diri. Avicii berada untuk pertama kalinya di Oman, dan tinggal lebih lama dari rencana sebelumnya.

Avicii adalah salah satu DJ yang suskes dalam karirnya dengan menerobos "mainstream" musik dansa elektronik dalam dekade terakhir. Ia menciptakan hit dari lagu Coldplay yang berjudul "A Sky Full of Stars". Ia juga ikut bekerjasama dalam album terakhir Madonna.

Mendengar berita kematiannya, di Instagram, Madonna menempatkan foto dirinya dengan Avicii dengan tulisan; "Sangat tragis. Selama jalan Tim yang manis. Kamu terlalu cepat pergi."

Karya individualnya yang sukses termasuk "Wake Me Up," yang jadi nomor satu di seluruh Eropa tahun 2013. Tahun 2015, ia jadi DJ dalam pesta pernikahan Pangeran Swedia Carl Philip dan istrinya Sofia. Pasangan kerajaan itu menulis dalam sebuah pernyataan duka: "Kami merasa terhormat pernah mengenalnya dan mengagumi dirinya sebagai artis dan orang yang baik."

ml/ap (afp, ap, dpa)

 

Laporan Pilihan