Mundur dari Kerajaan Inggris, Pangeran Harry dan Meghan Ingin Mandiri Secara Finansial | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 09.01.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

INGGRIS

Mundur dari Kerajaan Inggris, Pangeran Harry dan Meghan Ingin Mandiri Secara Finansial

Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle telah menyatakan mundur sebagai anggota senior keluarga kerajaan Inggris. Mereka akan membagi waktu antara Inggris dan Amerika Utara dan ingin mandiri secara finansial.

Rabu (8/1), Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle mengatakan mundur sebagai anggota senior keluarga kerajaan Inggris. Keduanya mengatakan akan fokus dan menghabiskan waktu lebih banyak di Amerika Utara. Pengumuman ini dikabarkan mengejutkan Ratu Elizabeth II.

Setelah kurang lebih satu tahun, sejak keduanya memiliki hubungan yang kurang baik dengan media dan berselisih paham dengan kakaknya, Pangeran William, Harry mengatakan siap mandiri secara finansial. Ia dan Meghan juga akan membentuk sebuah badan amal baru sambil tetap melanjutkan beberapa tugas kerajaan dan mendukung Ratu Elizabeth.

"Setelah merefleksikannya dan berdiskusi internal selama berbulan-bulan, kami memilih untuk melakukan transisi tahun ini, mulai mengukir peran baru yang progresif dalam lembaga ini, " ujar Harry dan Markle lewat sebuah pernyataan.

"Kami sekarang berencana untuk menyeimbangkan waktu antara Inggris dan Amerika Utara, serta terus menghormati tugas kami kepada Ratu, Persemakmuran dan patronage (organisasi amal yang diawasi kerajaan)."

Pangeran yang menempati urutan keenam di tahta kerajaan Inggris dan istrinya yang mantan aktris ini mengatakan mereka akan membagikan cerita lebih lanjut tentang langkah mereka ke depan, setelah mendiskusikannya dengan Ratu, ayah Harry, Pangeran Charles dan kakaknya, Pangeran William.

Seorang sumber mengatakan kepada Reuters, sebelumnya keputusan itu tidak dibicarakan terlebih dahulu kepada Ratu dan anggota senior keluarga kerjaan Inggris lainnya.

"Anggota keluarga lain tidak dilibatkan dalam pembicaraan ini ,’’ ujar seorang sumber kepada Reuters yang tidak bersedia menyebutkan namanya.

Pihak kerajaan Inggris mengatakan diskusi dengan Harry dan Meghan baru sampai di tahap awal.

"Kami memahami keinginan mereka untuk menggunakan pendekatan yang berbeda, namun ini adalah isu yang rumit dan akan butuh waktu lama untuk menyelesaikannya," katanya.

Baca juga: Bayi Meghan dan Pangeran Harry Diperkirakan Lahir Musim Semi Nanti

Hubungan Harry, Meghan dan media

Pangeran Harry yang berusia 35 tahun dan Meghan yang berusia 38 tahun, menikah pada Mei 2018 di Inggris. Pernikahan itu disebut sebagai lambang monarki dan kemodernan. Pangeran Harry menikahi Meghan yang merupakan anak dari seorang ibu keturunan Afrika-Amerika dan ayahnya yang berkulit putih.

Tahun 2019, Meghan melahirkan anak pertama mereka, yang diberi nama Archie Harrison Mountbatten-Windsor.

Hubungan keduanya dengan media bisa dikatakan kurang baik, karena keduanya selalu berusaha lepas dari sorotan media.

Ada citra negatif yang terbentuk ketika keduanya bepergian menggunakan jet pribadi padahal sedang mengampanyekan tentang penyebab kerusakan lingkungan. Mereka juga disebut menggunakan 3,08 juta dolar AS untuk merenovasi rumah baru mereka yang berasal dari uang pajak.

Pasangan yang memiliki gelar Duke dan Duchess of Sussex ini pernah melaporkan beberapa surat kabar dan tabloid pada Oktober 2019 ke polisi, karena telah meretas telepon dan mengganggu privasi mereka.

Harry menggambarkan perlakuan media terhadap istrinya sebagai "penindasan". Ia menyamakan kejadian yang dialami Meghan seperti yang dialami ibunya, Putri Diana, ketika mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan Paris pada tahun 1997, saat berusaha menghindari kejaran paparazzi.

"Saya tidak pernah berpikir bahwa ini akan mudah, tapi saya pikir ini akan adil, dan bagian yang tersulit adalah berdamai," ujar Meghan sambil menangis dalam sebuah wawancara TV. Kala itu ia menggambarkan kesulitannya menjadi ibu baru yang berurusan dengan pengawasan tiada henti.

Pangeran Harry juga berseteru dengan kakaknya yang berada di urutan kedua dalam tahta kerajaan Inggris, Pangeran William.

Sementara, di Australia sebagai negara anggota persemakmuran dan monarki konstitusional yang kepala negaranya adalah raja Inggris, umumnya menanggapi dengan baik dan mendukung keputusan Harry dan Meghan. 

"Saya rasa apa yang telah mereka lakukan adalah hal yang bagus," ujar peneliti pemasaran Janani Venkat di Sydney, Australia. 

Salut kepada Harry dan Meghan yang mengatakan bahwa mereka akan menjalani kehidupannya secara mandiri.

Mandiri secara finansial

Harry dan Meghan tidak menguraikan lebih jelas tentang apa yang akan mereka lakukan ke depan dan di bagian Amerika Utara mana mereka akan tinggal.

Tahun lalu, dilaporkan bahwa Harry akan menjadi eksekutif produser bersama Oprah Winfrey, untuk memproduksi film dokumenter tentang kesehatan mental yang akan ditayangkan oleh layanan streaming video, Apple TV.

Harry dan Meghan mengatakan dengan membagi waktu antara Inggris dan Amerika Utara, berarti mereka dapat membesarkan anak mereka sambil tetap menghargai tradisi kerajaan tempat Archie dilahirkan, namun juga memberi ruang agar mereka bisa fokus menjalani kehidupan selanjutnya.

Pangeran Harry dan William menerima lebih dari 5 juta pound dari ayah mereka, Pangeran Charles, tahun lalu. Namun sekarang, pertanyaannya adalah bagaimana Harry dan Meghan akan mandiri secara finansial.

Penulis biografi kerajaan, Penny Junor mengatakan bahwa Meghan mungkin akan kembali melanjutkan karirnya sebagai aktris.

"Mungkin dia harus berhati-hati tentang peran apa yang akan dia jalani, karena dia adalah anggota keluarga kerajaan, " ujar Junor.

Tahun 2019 adalah salah satu masa paling sulit yang dialami Ratu Elizabeth. Di pemerintahannya yang sukses memecahkan rekor selama 67 tahun itu, permasalahan memuncak saat putra keduanya, Andrew mengundurkan diri dari tugas kerajaan karena hubungannya dengan almarhum pelaku kejahatan seks Jeffrey Epstein.

pkp/vlz (Reuters)