Muncul Klaster Corona Gowes di Blitar, Ini Penjelasan Epidemiolog | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 31.07.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Muncul Klaster Corona Gowes di Blitar, Ini Penjelasan Epidemiolog

Pasien positif corona klaster gowes di Blitar kini telah menulari 9 pasien positif baru dari klaster moge. Kronologi penularan salah satunya bermula saat pasien corona yang membuka masker ketika bernyanyi.

Foto bersepeda di kala pandemi (Detik/A. Pambudhy)

Foto bersepeda di kala pandemi.

Ahli epidemiologi menjelaskan bahwa penularan bisa terjadi ketika masker mulai dilepas. Apalagi, saat bersepeda, wajah akan berkeringat dan membuat masker menjadi basah.

"Pada gowes ini kalau habis gowes mungkin maskernya kan basah, terus dibuka atau diturunkan di bawah hidung. Nah, dari situ dibukalah masker yang jadi penularan," kata ahli epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Tri Yunis Miko Wahyono, saat dihubungi, Kamis (30/07).

Selain itu, Miko mengatakan bahwa klaster gowes di Blitar ini kemungkinan bisa muncul karena ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan. Dia pun mengingatkan agar warga tetap patuh pada aturan menjaga jarak.

"Begitu ada kasus yang ada dalam kerumunan, semua ikut kena begitu kepatuhan terhadap protokol kesehatan diabaikan," ungkapnya.

"Intinya jangan berkerumun, meskipun kenal. Karena kita tidak tahu siapa yang membawa virus ini," lanjutnya.

Dia mengatakan sejumlah ilmuwan memang menjelaskan virus ini bisa menyebar di udara (airbone) ruangan tertutup. Namun tak tertutup kemungkinan droplet virus corona juga bisa ditularkan lewat ruangan terbuka.

"Virus corona ini ada yang airbone, lewatnya mikro droplet. Nah, ada juga yang droplet. Di ruangan terbuka juga bisa tersebar dropletnya, tergantung anginnya kemana. Logikanya kalau orang gowes, dropletnya ke belakang karena terbawa angin, yang kena yang di belakang," jelasnya.

Sebelumnya, juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti, memaparkan, munculnya klaster moge berawal dari terdeteksinya pasien positif dari klaster gowes.

"Ternyata pada hari yang sama, Minggu (12/07) pasien positif yang dari klaster gowes, juga melakukan touring bersama teman-temannya klub moge Phantom ke Puncak Langit di Resampombo Kecamatan Doko," beber Krisna kepada detikcom, Kamis (30/07).

Pasien positif dari klaster gowes ini seorang pria (51), warga Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Dia seorang tenaga kesehatan di rumah sakit swasta yang berlokasi di Kecamatan Talun.

Diketahui pada Minggu (12/07) pagi pria ini gowes ke Bendungan Ngusri di Kecamatan Gandusari. Lalu turun, dan berganti naik moge Phantom bersama rombongan melakukan touring ke Puncak Langit di Kalimanis, Resapombo, Kecamatan Doko. Sepulang dari kegiatan itulah pasien kemudian merasakan demam. Lalu, pada Kamis (16/07), yang bersangkutan menjalani tes swab di RSUD Ngudi Waluyo dan Jumat (17/07) hasil swab-nya positif.

"Kalau keterangan dari yang bersangkutan, selama touring ini pakai masker. Namun, saat berada di Puncak Langit, rombongan ini ikut nyanyi-nyanyi grup musik tradisional yang sedang latihan. Saat nyanyi inilah yang bersangkutan mengaku melepas maskernya," ungkapnya. (gtp/ha)

Baca artikel selengkapnya di: DetikNews

Muncul Klaster Corona Gowes, Epidemiolog: Dropletnya Bisa Kebawa Angin

Laporan Pilihan