Muhammad Yunus Terima Nobel Perdamaian 2006 | Fokus | DW | 13.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Muhammad Yunus Terima Nobel Perdamaian 2006

Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini akhirnya secara mengejutkan diberikan kepada bankir asal Bangladesh, Muhammad Yunus dan bank yang didirikannya, Grameen-Bank. Yunus dianggap telah mendorong kemakmuran kaum miskin di Baladesh dengan menawarkan kredit berbunga rendah.

Muhammad Yunus

Muhammad Yunus

Anugrah Nobel Peradamaian tahun ini diberikan kepada Muhammad Yunus dan bank yang didirikannya, Grameen-bank. Panitia hadiah nobel beralasan, bahwa tidak akan ada kedamaian, selama masyarakat gagal menemukan jalan keluar dari kemiskinan.

Kredit usaha kecil yang ditawarkan Yunus melalui Grameen-Bank dianggap sebagai salah satu solusi yang paling ampuh untuk menuju perdamaian. “Yunus telah menunjukkan dirinya sebagai pemimpin yang visinya menguntungkan jutaan manusia di dunia.“ Ujar juru bicara panitia Nobel.

Di Bangaldesh, Yunus berhasil memberikan kredit dengan bunga rendah kepada dua juta kaum miskin dan perempuan tanpa menuntut jaminan apapun. Konsep yang dikembangkan Yunus dan Grameen-Bank sendiri telah ditiru oleh banyak bank di negara-negara berkembang.

Ketua panitia hadiah Nobel, Ole Danholt Mjos, mengatakan, dengan penganugerahan Nobel Perdamaian kepada Yunus, mereka telah memperluas definisi perdamaian.

Keputusan tersebut memang mengejkutkan. Selain Yunus, sebenarnya terdapat nama-nama seperti Marti Ahtisaari dan Soesilo bambang Yoediyono yang sebelumnya dijagokan menerima hadiah nobel, karena berhasil menghentikan konflik di Aceh yang telah berlangsung lebih dari 30 tahun.