1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Printer 3D Bisa Cetak Motor

30 Mei 2017

Mesin cetak tiga dimensi tidak cuma menyederhanakan proses produksi, tetapi juga mampu menciptakan hampir setiap benda dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di antaranya adalah sepeda motor. Bagaimana bentuknya?

https://p.dw.com/p/2dkx2
Deutschland Elektromotorrad aus dem 3D-Drucker in Ottobrunn
Foto: picture-alliance/dpa/S. Hoppe

Motor cetakan printer 3D diberi nama Light Rider dan bisa menempuh kecepatan 80 kilometer per jam. Beratnya 35 kilogram. Kerangkanya hanya 6 kilo. Pemilik motor Harley Davidson, Bernhard Gruber telah mencobanya. "Luar biasa. Sangat mudah digunakan. Mungkin juga, karena bobotnya ringan."

Motor Harley milik Gruber, beratnya 320 kilogram. Jadi, motor listrik ini hampir sepuluh kali lebih ringan. Motor ini dikembangkan anak perusahaan Airbus, AP Works. Niels Grafen, insinyur teknik penerbangan yang mengembangkannya bercerita: "Idenya kami dapat waktu pesta natal di kantor. Saya dan seorang kolega berpikir, apakah kita bisa membuat semacam sepeda atau motor listrik. Bos saya lalu menganggap itu ide hebat. Dan dari ide, akhirnya jadi proyek. Hasilnya: Light Rider ini."

Motor dirancang dengan komputer. Algoritma menghitung bobot motor listrik berdasarkan data-data dampak beban, saat motor dikendarai.  "Kami memikirkan apa saja yang ada di atas motor. Berapa besarnya, jarak roda, atau apa yang terjadi saat motor bergerak. Dari hasil perhitungan itu didapat geometrinya. Setiap komponen yang ternyata tidak memenuhi tugasnya, kami buang", ujar Grafen.

Di printer 3D, kerangka dibentuk persis seperti rancangan, dengan bahan aluminium yang telah dipatenkan, dan berasal dari teknologi penerbangan. Ringan seperti aluminium, dan stabil hampir seperti titanium. Tapi ada batasan cetakan 3D, batasan yang menyulitkan pengembangnya. Grafen: "Proses penyambungannya tidak mudah. Sebab kami harus membagi rangkanya dalam banyak bagian kecil. Saat ini, printer hanya bisa mencetak satu bagian. Jadi, harus dipikirkan bagaimana membaginya, dan bagaimana menyatukannya kembali. Itu tantangannya."

Printer 3D sekarang banyak digunakan para perancang. Misalnya, kursi dari printer. Juga perhiasan, bisa dirancang di komputer, lalu dicetak. Yang sedikit unik: Sepatu dari printer 3D. Perusahaan rintisan, dan dan perusahaan besar, bisa mewujudkan gagasannya lebih cepat, dan lebih murah. Pakar cetak 3D Johan von Herwarth menjelaskan: "Kami bisa lebih cepat memperbaiki produk. Dan yang penting, kalau Anda tidak puas dengan hasilnya, maka saya bisa bilang: ambil cetakannya dan buang. Lalu mulai lagi dari awal. Anda tidak kehilangan apa-apa. Mungkin rugi 35, 50, atau 100 Euro, tapi kreativitas Anda bisa diwujudkan dengan bebas."

Niels Grafen juga optimis dengan perkembangan dalam teknologi penerbangan: "Setiap kilogram yang harus naik ke udara, pada akhirnya jadi beban biaya untuk perusahaan. Jika dengan cetakan 3D, suku cadang jadi lebih ringan, itu berarti, nantinya penumpang pesawat juga bisa membayar lebih murah." Harganya: 50.000 Euro.

Belinda Paul (vlz/as)