Moskow Semakin Terpojok oleh Kasus Litvinenko | dunia | DW | 06.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Moskow Semakin Terpojok oleh Kasus Litvinenko

Jaksa Agung Rusia sudah menentukan, siapa yang boleh diperiksa, kapan, dan bagaimana caranya.

Presiden Rusia, Vladimir Putin

Presiden Rusia, Vladimir Putin

Moskow bersikap defensif. Memang, segera setelah pembunuhan terhadap Alexander Litvinenko, Kremlin menjamin pada seluruh dunia akan mendukung sepenuhnya proses penyelidikan dan mengundang Scottland Yard ke Rusia.

Tetapi, begitu menginjakkan kaki ke negeri beruang merah itu, situasinya menjadi sulit bagi petugas dinas kepolisian Inggris. Jaksa Agung Rusia Yuri Shaika sudah menegaskan, siapa yang boleh diperiksa, kapan, dan bagaimana caranya.

Shaika: Kami yang menginterogasi, dan Anda ikut bersama kami. Itu berarti bukan Anda yang menginterogasi, tetapi kami. Penyelidikan dilakukan dalam wilayah negara kami. Hanya dengan persetujuan dari kami, Anda bisa ikut menginterogasi, dan ijin itu tidak mengikat, bisa setiap saat ditarik lagi.

Satu orang sudah dicoret dari daftar, dan justru itu yang paling menarik bagi Scottland Yard.

Mikhail Trepashkin konon pernah menerangkan pada Litvinenko bahwa ia mengetahui orang-orang yang berada di balik peledakan dua gedung apartemen di Moskow tahun 1999, yang menewaskan ratusan orang.

Ketika itu etnis Chechnya yang dituding bersalah, ditangkap dan diadili. Putin melancarkan perang Chechnya II.

Seperti Litvinenko, Trepashkin juga meyakini, bahwa dinas rahasia Rusia FSB lah yang berada di balik serangan itu.

Terakhir, Trepashkin memberitahu Litvinenko, bahwa ia memiliki daftar nama-nama orang yang ingin dihabisi riwayatnya oleh FSB, dan nama Litvinenko termasuk di dalamnya.

Kini, Trepashkin mendekam di penjara di Ural dengan tuduhan membocorkan rahasia negara.

Tidak satupun negara di dunia ini, kata Jaksa Agung Rusia Shaika, yang mengijinkan orang asing berbicara dengan terpidana. Lebih lanjut ia mengatakan:

Tshaika: Tuan Trepashkin sama sekali tidak tercantum dalam daftar itu. Separuh dari terpidana yang kini mendekam di penjara bisa saja menyatakan bahwa mereka memiliki informasi penting. Tapi Trepashkin tidak pernah bekerja untuk FSB. Kami tidak berkewajiban untuk menanggapi semua pernyataan tolol. Jika ada alasan cukup untuk melakukan pemeriksaan, maka tentu saja kami akan memeriksa dia.

Orang penting berikutnya adalah Andrey Lugovoy. Ia juga bekas agen rahasia, dan kini pengusaha kaya raya yang memiliki jet pribadi. Lugoyov masih bertemu Litvinenko tanggal 1 November di London. Kini ia mendadak terbaring di RS dan tidak bisa ditanyai.

Tampaknya iadan keluarganya akan menjalani pemeriksaan mengenai kemungkinan terpapar radiasi. Seminggu yang lalu Lugovoy masih menekankan bahwa ia bebas bahan radio aktif Polonium. Bagaimanapun juga ia tidak bersedia ditanyai oleh dinas kepolisian Inggris.

Scottland Yard juga tidak akan melihat wajah-wajah para pemimpin dinas rahasia Rusia FSB. Itu sama saja dengan ingin menanyai semua orang di Rusia, kata Tshaika.

Jaksa Agung itu juga menegaskan, tidak ada penahanan yang boleh dilakukan oleh petugas Inggris di Rusia. Dan jika petugas Rusia menahan seseorang, maka proses pengadilan terhadap orang itu juga akan digelar di Rusia. Tidak ada ekstradisi.

Walau bagaimanapun juga, para petugas dinas rahasia Inggris ingin tetap bertahan di Rusia hingga penyelidikan berakhir. Dan itu bisa makan waktu lama.

Iklan