Minimnya Infrastruktur di Tana Toraja | Fokus | DW | 01.03.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Minimnya Infrastruktur di Tana Toraja

Sulitnya infrasturktur di Tosik, Kecamatan Simbuang, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, membuat puluhan warga harus bersusah payah melintasi medan yang berat. Bahkan untuk menjual hasil ladang agar dapat membeli kebutuhan pokok saja mereka harus berjalan kaki naik turun gunung hingga lima jam. Simak videonya berikut.

Tonton video 03:00

Ada 14.000 desa tertinggal yang masih memerlukan pembangunan infrastuktur, desa Tosik di Kecamatan Simbuang, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, salah satunya. Demi menjual hasil ladang berupa jagung, warga Tosik terpaksa berjalan hingga 21 kilometer. Sebagai ganti jerih payah berjalan selama lima jam, warga hanya bisa membeli kebutuhan pokok dari hasil berjualan.

Baca juga: Jokowi: Demi Kemakmuran, Kita Harus Sakit Dulu

Kontributor: Jufri Tonapa

Editor Gambar: Rizki Putra

Laporan Pilihan