Milyuner India Berada pada Urutan Atas | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 06.03.2008
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Dunia

Milyuner India Berada pada Urutan Atas

Pertumbuhan ekonomi di India yang pesat dinilai sangat positif. Tapi India masih harus waspada supaya tidak disusul negara lain.

Lakshmi Mittal, salah seorang yang terkaya di dunia

Lakshmi Mittal, salah seorang yang terkaya di dunia

Lakshmi Mittal tergolong pemalu dan pendiam. Padahal, aset senilai 45 miliar Dollar yang dimilikinya menjadikan Laksmi Mittal orang India terkaya di dunia. Tahun ini Lakshmi Mittal menempati posisi ke-empat orang terkaya di dunia menurut versi majalah bisnis Amerika Serikat “Forbes”. Pria berusia 57 tahun ini mengembangkan perusahaannya menjadi perusahaan baja terbesar di dunia. Mittal tidak segan-segan menghamburkan uangnya. Misalnya pesta perkawinan putrinya, diselenggarakan di Istana Versaille di Prancis. Atau tempat tinggalnya yang mewah di London yang dibelinya dari bekas bos Formula 1 Bernie Ecclestone. Kekayaan bagi Lakshmi Mittal tidaklah penting. “Kekayaan bagi saya tidak penting. Saya tidak pernah berubah, masih terus bekerja seperti dulu.” Demikian dikatakannya.
Walau pun Mittal telah lama tinggal di Eropa, dia tidak melupakan tanah airnya India. Pertumbuhan ekonomi di India yang pesat dinilai Mittal sangat positif. Tapi menurutnya, India masih harus waspada supaya tidak disusul orang lain. “Kita harus bergerak cepat. Seperti di jalan bebas hambatan, mata tetap memperhatikan siapa yang bergerak cepat dan menyusul. Saya pikir India sudah mengalami kemajuan. Tapi pertanyaannya, apakah India mampu lebih baik?” Sebagian besar miliarder India sangat berterima kasih pada kemajuan pesat perekonomian negaranya. Seperti halnya KP Singh yang menempati posisi delapan dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes. Pria berusia 76 tahun ini mengembangkan usahanya di bidang properti. Singh menyulap lahan pertanian di pinggiran kota New Delhi, di daerah Gurgaon, menjadi pusat perekonomian India saat ini.

Kakak beradik Ambani juga meraup untung dari pertumbuhan ekonomi India. Ayah mereka, Dhirubai, membangun pondasi kekayaan keluarga dengan keberhasilan perusahaan petrokimia mereka, Reliance. Kini kedua anaknya bergelimang harta. Kakak beradik Mukesh dan Anil Ambani menempati posisi lima dan enam dalam daftar orang terkaya Forbes. Jika kekayaan kedua kakak beradik tersebut digabungkan, akan melebihi kekayaan Warren Buffett, yang menempati posisi pertama daftar Forbes.

Saat ini Anil Ambani yang berusia 48 tahun mengembangkan usahanya di bidang telekomunikasi, pasar modal dan energi. Sementara kakaknya Mukesh Ambani yang berusia 50 tahun mengelola perusahaan terbesar di India warisan ayahnya, Reliance Industries. Mukesh Ambani menilai perkembangan ekonomi India yang pesat sebagai kesempatan dan sekaligus tantangan. "Tantangan yang harus dihadapi India adalah bagaimana menciptakan 100 juta lapangan kerja dalam waktu 15 tahun ke depan? Menurut saya, itu adalah kesempatan yang besar bagi peningkatan pemasukan dan konsumsi. Tapi dalam waktu yang sama, itu merupakan tantangan.“ Ungkap Ambani. Hampir 300 juta warga India hidup dalam kemiskinan. Tapi menurut banyak pengusaha, termasuk Mukesh Ambani, dalam jangka waktu panjang, tidak hanya kalangan ekonomi atas dan menengah yang menikmati hasil perkembangan ekonomi India yang pesat. Lebih lanjut Mukes Ambani: “Yang penting adalah model pembangunan yang dikembangkan India. Saya yakin itu memiliki kesempatan yang nyata untuk mengentaskan kemiskinan dalam 20 tahun mendatang.” Tentu saja mereka tidak pernah berhubungan dengan kemiskinan. Mukesh Ambani menunjukkan apa yang dia miliki. Setidaknya satu miliar Dollar dihabiskannya untuk membangun apartemen tingkat 27 di kota metropolitan India, Mumbai dan 600 karyawan Mukesh Ambani bekerja menangani bisnis industri keluarganya.