Milosevic Meninggal di Penjara | Fokus | DW | 12.03.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Milosevic Meninggal di Penjara

Mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dalam selnya di penjara Mahkamah Kejahatan Perang PBB hari Sabtu (11/03).

default

Milosevic sedang menjalani proses pengadilan dengan dakwaan sebagai penjahat perang. Mahkamah Kejahatan Perang di Den Haag menerangkan, otopsi jenazah Milosevic akan dilakukan dengan melibatkan dokter dari Serbia dan Rusia. Mahkamah Den Haag menolak tuduhan keluarga Milosevic yang menyatakan pengadilan internasional itu bertanggungjawab atas kematian terdakwa. Proses pengadilan terhadap Milosevic yang berusia 64 tahun beberapa kali terhenti karena kondisi kesehatannya. Slobodan Milosevic diadili dengan dakwaan bertanggungjawab atas kejahatan perang, kejahatan kemanusiaan dan pembantaian massal semasa perang di Balkan. Ketua Jaksa penuntut PBB Carla del Ponte menyampaikan penyesalan atas meninggalnya Milosevic karena para korban sia-sia menanti keadilan.

Wakil-wakil pemerintahan negara barat berharap, kematian mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic tidak melahirkan ketegangan baru di Serbia dan tidak menghambat langkah demokratisasi. Yang diperlukan saat ini adalah batas pemisah yang jelas, demikian kata meteri luar negeri Inggris Jack Straw di sela-sela konsultasi para menteri luar negeri Uini Eropa di Salzburg. Sementara menteri luar negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier menyebut Milosevic sebagai pria dari masa silam yang namanya menunjuk pada pelanggaran hak asasi manusia dan banyaknya korban perang. Steinmeier mengatakan, justru sekarang harus diperkuat upaya mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan Balkan. Pemerintah Rusia menyesali bahwa Mahkamah PBB menolak permohonan dan jaminan Rusia agar Milosevic mendapat perawatan medis di negara itu. Sejumlah perwakilan negara-negara Balkan menuturkan kepuasan atau sebaliknya, penyesalan, karena Milosevic lolos dari hukuman yang sepantasnya.

Menurut keterangan Mahkamah Internasional Den Haag, seorang penjaga menemukan Milosevic sudah meninggal di tempat tidurnya di rumah tahanan PBB di Scheveningen. Kakaknya Borislav Milosevic serta beberapa pimpinan partai komunis di Serbia dan Rusia menuduh ada konspirasi yang menyebabkan meninggalnya bekas orang nomor satu di Yugoslavia itu.

Milosevic ditahan sejak Juni 2001. Proses pengadilan dimulai di Den Haag Februari 2002. Menurut rencana, proses tersebut akan berlangsung sampai bulan Mei.