Militer Jerman Akan Lakukan Reformasi | dunia | DW | 24.08.2010
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Militer Jerman Akan Lakukan Reformasi

Menteri Pertahana Jerman Theodor zu Guttenberg mencanangkan melakukan penghematan sebesar 8,3 milyar Euro sampai tahun 2014. Hari Senin (23/08), zu Guttenberg memaparkann rencananya di depan fraksi-fraksi Parlemen.

default

Menteri Pertahanan Jerman zu Guttenberg

Bagaimana masa depan militer Jerman Bundeswehr serta program wajib militer? Menteri Pertahan Jerman Theodor zu Guttenberg sudah mempunyai lima skenario mengenai hal ini. Tujuannya adalah untuk merampingkan pasukan Jerman, sekaligus membuat lebih efektif, tanpa harus membahayakan keamananan nasional. Rencana Guttenberg ini telah disampaikan kepada Kanselir Jerman Angela Merkel, demikian dikatakan juru bicara pemerintah, Steffen Seibert.

Kanselir Merkel sendiri masih membiarkan seluruh opsi ini terbuka. Jadi tidak akan diambil keputusan yang cepat. Walaupun zu Guttenberg sendiri ingin melakukan reformasi sesegera mungkin.

Opsi yang yang lebih disukai zu Guttenberg adalah skenario yang ia sebut sebagai Model 4, dikatakan zu Guttenberg setelah bertemu dengan para pimpinan koalisi. "Ini merupakan model, yang pada akhirnya akan menjadikan Bundeswehr lebih ramping, akan tetapi akan menjadi lebih baik, lebih siap ditugaskan, selain itu sekaligus dapat menegakkan perlindungan negara dan yang sejenisnya, jika ini diperlukan.“

Jika Model 4 ini yang disetujui, maka pasukan Bundeswehr akan dipangkas sepertiganya menjadi 156 ribu serdadu serta 7.500 anggota wajib militer. Selain itu, dengan penggabungan di tingkat atas, maka struktur pimpinan militer juga akan lebih efisien.

Yang paling ditunggu adalah mengenai keputusan masa depan wajib militer. Dalam hal ini, zu Guttenberg menyatakan, "Mengenai pertanyaan bentuk wajib militer, yang nantinya merupakan bentuk pelayanan wajib militer, bagi saya merupakan satu hal yang sangat penting, bahwa wajib militer ini dimasukkan dalam undang-undang dasar. Karena saya merasa heran, mendengar banyak pihak mengatakan bagaimana semuanya sebaiknya berfungsi dalam 20 atau 30 tahun ke depan. Saya tidak tahu dan saya pikir, kemungkinan, kita perlu juga untuk merekrut para pemuda di masa depan, jika ini memang diperlukan."

Menurut rencana zu Guttenberd, kewajiban untuk melakukan dinas militer ini tidak dihapuskan tapi dihentikan sementara. Rencana ini sepertinya akan mendapat dukungan dari Partai Demokrat Liberal FDP. Sementara banyak politisi dari Partai Uni Kristen tampaknya tidak terlalu gembira dengan usulan ini. Juru bicara politiik pertahanan dari fraksi Uni Kristen, Ernst-Reinhard Beck, menyatakan, jika memang akan dilaksanakan, ia minta agar penghentian sementara wajib militer ini paling cepat dilakukan tahun 2011 depan. Ini menimbang pandangan partainya terhadap program wajib militer ini.

Sementara, partai oposisi di Parlemen Jerman Bundestag menunjukkan reaksi yang beragam terhadap usulan zu Guttenberg ini. Ketua Partai Sosial Demokrat SPD Sigmar Gabriel menyambut usulan dipertahankannya program wajib militer tanpa paksaan. Akan tetapi, terutama mengenai wajib militer, Partai Hijau merasa tidak puas dengan usulan reformasi ini.

Heiner Kiesel/Yuniman Farid

Editor: Asril Ridwan

Iklan