Angkatan Laut AS Coba Selamatkan Jet Tempur yang Jatuh ke Laut Cina Selatan | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 26.01.2022

Kunjungi situs baru DW

Silakan kunjungi versi beta situs DW. Feedback Anda akan membantu kami untuk terus memperbaiki situs DW versi baru ini.

  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

AS-Cina

Angkatan Laut AS Coba Selamatkan Jet Tempur yang Jatuh ke Laut Cina Selatan

Pesawat tempur F-35C jatuh saat kecelakaan pendaratan di dek USS Carl Vinson. Para pejabat AS menolak untuk berspekulasi tentang kekhawatiran pesawat itu bisa jatuh ke tangan Cina.

Militer AS

Ini adalah kecelakaan kedua yang melibatkan F-35 baru-baru ini

Amerika Serikat sedang melakukan operasi pemulihan di Laut Cina Selatan untuk pesawat tempur F-35C.

Jet tempur itu jatuh setelah kecelakaan pendaratan di dek kapal induk USS Carl Vinson pada Senin (23/01), kata Angkatan Laut AS.

"Saya dapat memastikan pesawat itu menabrak dek penerbangan saat mendarat dan kemudian jatuh ke air," kata Letnan Nicholas Lingo, juru bicara Armada ke-7 AS.

Sebuah laporan media yang belum dikonfirmasi mengklaim bahwa pesawat itu bisa jatuh ke tangan Cina.

"Kami tidak bisa berspekulasi tentang apa niat RRC dalam masalah ini," kata Lingo tentang laporan itu.

Pilot terlontar dari jet dan diselamatkan dengan aman oleh helikopter.

Tujuh personel militer, termasuk pilot, mengalami luka. Tiga personel dievakuasi untuk perawatan medis di Manila, Filipina, sementara empat lainnya dirawat di atas kapal. Mereka yang dibawa ke Manila dalam kondisi stabil, hingga Selasa (25/01).

Rincian kecelakaan itu masih diverifikasi, kata Letnan Mark Langford dari Armada ke-7. Tragedi itu adalah kecelakaan kedua yang melibatkan pesawat F-35 Lockheed Martin hanya dalam waktu dua bulan. Pada November 2021, sebuah F-35 dari Inggris HMS Queen Elizabeth telah jatuh ke Laut Mediterania. 

Latihan militer di Laut Cina Selatan

Dua kelompok tempur kapal induk Amerika dengan lebih dari 14.000 pelaut dan marinir sedang melakukan latihan di Laut Cina Selatan, dipimpin oleh Carl Vinson dan USS Abraham Lincoln. Tujuannya adalah untuk menunjukkan "kemampuan Pasukan Gabungan Komando Indo-Pasifik AS untuk mengirimkan kekuatan maritim yang kuat," kata Langford kepada kantor berita AP.

AS dan sekutunya telah meningkatkan latihan di Laut Cina Selatan baru-baru ini, yang mereka sebut operasi kebebasan navigasi sesuai dengan hukum internasional, karena klaim teritorial Cina di wilayah tersebut.

Pada Minggu (23/01), Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan Cina menerbangkan 39 pesawat tempur menuju Taiwan dalam serangan mendadak terbesar di tahun baru.

pkp/ha (AP, Reuters)

Laporan Pilihan