Angela Merkel Puji Hubungan Jerman-Israel Saat Bertemu PM Naftali Bennett | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 11.10.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Jerman-Israel

Angela Merkel Puji Hubungan Jerman-Israel Saat Bertemu PM Naftali Bennett

Pada kunjungan terakhirnya ke Israel sebagai kanselir Jerman, Merkel bersumpah keamanan Israel akan tetap jadi prioritas utama bagi Jerman. PM Israel mengatakan Jerman adalah "teman sejati" di bawah kepemimpinan Merkel.

Merkel dan Bennett

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Israel Naftali Benett

Kanselir Jerman Angela Merkel melakukan kunjungan resmi terakhir ke Israel pada Minggu (10/10), mengatakan bahwa keamanan Israel akan menjadi prioritas utama bagi "setiap pemerintah Jerman."

Perjalanan itu menandai kunjungan kedelapannya selama 16 tahun masa jabatannya. Tahun-tahun kepemimpinan Merkel ditandai dengan dukungan luas untuk Israel. Dia mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Naftali Bennett sebelum mengunjungi peringatan Holocaust Yerusalem, Yad Vashem, di Yerusalem.

Kanselir juga meletakkan karangan bunga di peringatan Holocaust Yad Vashem, di hadapan Bennett. "Fakta bahwa kehidupan Yahudi telah menemukan rumah lagi di Jerman setelah kejahatan kemanusiaan Shoah adalah tanda kepercayaan yang tak terukur, yang kami syukuri," tulis Merkel di buku tamu.

Dia juga menyebutnya sebagai "keberuntungan" bahwa setelah Holocaust, yakni pembantaian oleh Nazi terhadap 6 juta orang Yahudi, "adalah mungkin untuk mengatur ulang dan membangun kembali hubungan antara Jerman dan Israel sejauh yang sudah kita lakukan."

"Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menekankan bahwa topik keamanan Israel akan selalu menjadi pusat perhatian dan topik utama setiap pemerintah Jerman," katanya, saat berdiri di samping Bennett. 

Jerman adalah 'teman sejati' Israel

Bennett, sementara itu, menggambarkan Merkel sebagai teman baik Israel, dan memuji hubungan antara kedua negara. "Hubungan antara Jerman dan Israel kuat, tetapi dalam istilah Anda, tidak pernah lebih kuat," kata Bennett.

"Hubungan ini telah menjadi lebih dari sekadar aliansi. Telah menjadi persahabatan sejati berkat kepemimpinan Anda. Kami berharap dapat lebih memperkuatnya dalam hubungan bisnis, sains, pendidikan, kesehatan, dan tentu saja, dalam keamanan," tambahnya.

Namun, tidak ada rencana bagi Merkel untuk bertemu dengan Benjamin Netanyahu, mantan perdana menteri yang sekarang menjadi pemimpin oposisi Israel. Dia juga tidak dijadwalkan untuk bertemu dengan para pemimpin Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Apa lagi yang dikatakan Merkel?

Merkel juga mengomentari Iran, dengan mengatakan bahwa para pemimpin berada dalam "masa-masa yang sangat menentukan mengenai masa depan kesepakatan nuklir dengan Iran."

"Kami ingin mengirim pesan yang jelas ke Iran bahwa mereka harus segera kembali ke meja perundingan," tambahnya.

Dia juga meminta Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Cina Xi Jinping untuk membantu mendorong Iran kembali ke negosiasi.

Komentar itu muncul setelah pengungkapan bahwa Iran memperkaya uranium secara signifikan lebih banyak daripada yang dilaporkan pengawas nuklir PBB bulan lalu.

Hubungan yang stabil meskipun ada perbedaan pendapat

Merkel dan Netanyahu terkadang memiliki pandangan yang berbeda tentang wilayah Palestina yang diduduki. Namun, sebagian besar hubungan tetap stabil.

"Kami kadang-kadang tidak setuju pada pertanyaan seperti apakah harus ada solusi dua negara dengan Palestina, tetapi kami setuju, saya pikir, bahwa harus selalu ada visi Negara Yahudi Israel yang demokratis dan langgeng,” kata Merkel kepada Kabinet Bennett.

Jerman adalah mitra dagang terbesar Israel di Eropa dan pemerintah Jerman telah memberikan dukungan kepada Israel selama perang dan krisis diplomatik.

Kunjungan hari Minggu (10/10) telah direncanakan pada akhir Agustus, tetapi Merkel menunda perjalanan tersebut, dengan alasan situasi tegang di Afganistan. (pkp/ha)

Laporan Pilihan