Merkel: Jerman Tak Bisa Berdiam Diri Atas Penggunaan Senjata Kimia di Suriah | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 12.09.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

SURIAH

Merkel: Jerman Tak Bisa Berdiam Diri Atas Penggunaan Senjata Kimia di Suriah

Kanselir Jerman, Angela Merkel menyatakan Jerman tidak bisa hanya berdiam diri jika terjadi serangan kimia di Suriah.

Pernyataan itu disampaikan Angela Merkel, dua hari setelah pemerintahannya mengadakan pembicaraan dengan koalisinya tentang kemungkinan penempatan militer di negara yang dilanda perang tersebut.

Kanselir Jerman itu  mengatakan Jerman tidak bisa begitu saja menolak intervensi militer,  suatu hal yang bertentangan  langsung dengan mitra koalisinya SPD, yang menolak berpartisipasi dalam aksi militer melawan pemerintah Suriah.

"Mengatakan 'tidak' sedari awal, tidak peduli atas apa yang terjadi di dunia inibukanlah sikap Jerman," katanya kepada Parlemen Jerman, Bundestag.

Jerman, negera berkuatan ekonomi terbesar keempat dunia ini, berada di bawah tekanan Amerika Serikat untuk meningkatkan anggaran belanja militer dan memikul lebih banyak tanggung jawab dalam NATO. 

Jerman tidak berpartisipasi dalam serangan militer yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat, Perancis, dan Inggris di Suriahpada bulan April lalu, setelah serangan senjata kimia.

Hadapi tekanan koalisi dan publik

Merkel dan kubunya  harus mendapatkan persetujuan SPD, mitra koalisi dalam pengambilan  putusan koalisi, dan mengatasi sikap penolakan  publik secara besar-besaran terhadap partisipasi Jerman dalam misi tempur militer.

Pemimpin SPD, Andrea Nahles pada hari Rabu (12/09) mengatakan kepada anggota parlemennya bahwa pihaknya tidak akan setuju dengan intervensi militer Jerman di Suriah kecuali Perserikatan Bangsa Bangsa mengesahkan tindakan tersebut.

Jajak pendapat: Warga tidak setuju intervensi

Misi tempur tetap menjadi topik sensitif di Jerman, karena sejarah masa lalu Nazi. Partisipasi dalam setiap serangan udara di Suriah akan juga menempatkan Jerman pada jalur yang bersebrangan  dengan Rusia, yang terutama  merupakan pendukung Presiden Bashar al-Assad.

Tujuh puluh empat persen orang Jerman menentang partisipasi dalam intervensi militer Jerman jika ada serangan senjata kimia yang dilakukan oleh pemerintah Suriah, demikian menurut jajak pendapat baru yang dilakukan oleh  surat kabar Die Welt  dan diterbitkan hari Rabu (12/09).

ap/yf(ap)

Laporan Pilihan