Angela Merkel Peringatkan Tindakan ″Decoupling″ Eropa terhadap Cina | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 18.11.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Jerman

Angela Merkel Peringatkan Tindakan "Decoupling" Eropa terhadap Cina

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan Eropa seharusnya tidak memutuskan kerja sama penelitian dan pengembangan dengan Cina, meski tantangan melindungi kekayaan intelektual jauh lebih penting.

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Cina Xi Jinping

Kanselir Angela Merkel mengatakan peneliti Cina dan Eropa dapat terus belajar banyak dari satu sama lain

Kanselir Jerman Angela Merkel mengakui pada Rabu (17/11), bahwa ada ketegangan dengan Cina, tetapi penting bagi penelitian dan pengembangan Jerman dan Eropa untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga Cina.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Reuters, Merkel menyebut meskipun ada kekhawatiran tentang spionase Cina di institusi Jerman dan pencurian teknologi, Cina tetap menjadi kontributor penting bagi sains dan industri.

"Kita bisa belajar banyak dari satu sama lain. Pemisahan total menurut saya tidak benar, itu akan merugikan kita," katanya.

"Ilmuwan Cina, bagaimanapun, juga merupakan bagian dari sistem publikasi internasional, dan mereka juga harus dievaluasi," kata Merkel, yang memegang gelar doktor dalam kimia kuantum.

Saat Merkel bersiap untuk meninggalkan jabatan Kanselir, persaingan terus tumbuh antara Cina dan negara Barat dalam bidang teknologi, seperti jaringan 5G dan semikonduktor.

Pada awal November, para pejabat UE dan AS mengadakan pertemuan pertama Dewan Perdagangan dan Teknologi (TTC) UE-AS, yang disebut berpotensi menghidupkan kembali hubungan transatlantik di bawah Presiden AS Joe Biden untuk menangani masalah teknologi secara multilateral, mengamankan pasokan semikonduktor dan melawan dominasi Cina.

Jerman awalnya "naif” terhadap Cina

Merkel mengakui bahwa Jerman harus memikirkan kembali beberapa kemitraannya, karena Cina cukup memberikan pengaruh dalam beberapa tahun terakhir.

"Mungkin awalnya kami agak terlalu naif dalam pendekatan kerja sama. Namun, akhir-akhir ini kita lebih dekat dan memang demikian,” kata Merkel kepada Reuters, seraya menambahkan jika sekarang lebih berhati-hati.

Merkel mengatakan bahwa standar dalam perlindungan infrastruktur kritis harus tetap tinggi, terlebih Jerman memiliki undang-undang keamanan IT baru.

IT Security Act 2.0 memberikan kekuatan kepada pemerintah lebih besar untuk memeriksa produsen peralatan pada jaringan telekomunikasi generasi berikutnya, seperti Huawei dari Cina. Namun, Merkel mengatakan bahwa masing-masing perusahaan seharusnya "tidak dikecualikan sejak awal”.

Merkel menambahkan, jika Berlin terus berdiskusi dengan Beijing mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kekayaan intelektual dan paten. "Baik yang berkaitan dengan mahasiswa Cina di Jerman maupun perusahaan Jerman yang beroperasi di Cina,” tambahnya.

Merkel juga mengingatkan negara Barat untuk terus berinovasi. "Saat ini tidak demikian halnya di Eropa dalam bidang-bidang seperti komputer kuantum dan kecerdasan buatan,” katanya. "Cina dan di banyak bidang AS lebih baik,” tandasnya.

rw/ha (Reuters, AFP)

Laporan Pilihan