Merkel di Abu Dhabi | Fokus | DW | 06.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Merkel di Abu Dhabi

Kanselir Jerman tegaskan komitmen Eropa untuk berkontribusi dalam penyelesaian konflik Timur Tengah.

default

Setelah ke Mesir dan Arab Saudi, Kanselir Angela Merkel melanjutkan lawatan Timur Tengahnya ke Uni Emirat Arab.

"Kami bersungguh-sungguh menerima tanggungjawab ini", kata Merkel hari Senin (05/02) di Abu Dhabi.

Pada bersamaan ia memperingatkan semua pihak yang terlibat untuk memegang teguh visi perdamaian bagi Israel dan Palestina.

Ia mengatakan, "Bahwa seluruh masyarakat internasional mengirimkan isyarat bersama dan itu artinya kita percaya pada visi solusi dua negara bagi Israel dan Palestina, percaya pada kemungkinan untuk hidup berdampingan dengan damai. Dan menurut saya, keyakinan ini bukan hanya tidak boleh kita lepaskan tapi juga kita coba wujudkan."

Menurut Kanselir, tugas penting pertama dalam konflik Timur Tengah adalah menenangkan situasi di kawasan Palestina. Merkel yang saat ini menjabat ketua Dewan Eropa menjamin dukungan bagi pembicaraan antara faksi-faksi di Palestina yang akan berlangsung di Mekah Selasa ini (06/02).

Ia menggarisbawahi, bahwa kekerasan bukanlah solusi bagi konflik. Apa yang ia alami dalam berbagai pembicaraan pada hari-hari sebelumnya di Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sekali lagi meneguhkan penilaiannya.

Merkel mengatakan,"Selama kunjungan saya, saya senatiasa mendengar kata-kata: kami membutuhkan agama, yaitu agama perdamaian, dan sekarang saya katakan, bukan berdasarkan satu agama saja, bahwa semua pernyataan yang amenyalahgunakan agama, untuk melegitimasi tindak kekerasan, harus sama-sama kita abaikan dan kita tolak."

Merkel menekankan, baik di Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, ia menerima persetujuan atas sikap masyarakat internasional saat ini menyangkut soal Iran. Jika Iran keluar dari batas-batas yang telah ditetapkan bagi program nuklirnya, maka sanksi akan dijatuhkan.

Sementara itu merkel melontarkan kritik tajam terhadap Suriah. Damaskus menolak semua tawaran jerman untuk menjalin kerjasama konstruktif. Merkel mendesak para pemimpin Suriah untuk berbuat lebih banyak guna menjelaskan kasus pembunuhan terhadap mantan PM Libanon Hariri.

Namun Merkel bukan hanya meminta kerjasama dan dalam upaya penyelesaian krisis di Timur tengah, tetapi juga dalam soal perlindungan iklim. Dalam kunjungannya di Abu Dhabi ia mengingatkan pengunaan energi secara efisien dan akibat dramatis yang ditimbulkan perubahan iklim.

Hari Selasa ini Merkel akan menutup lawatannya ke wilayah Teluk dengan kunjungan singkat di Kuwait.