1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Merkel Bahas Situasi HAM dengan Presiden Turki Erdogan

28 September 2018

Kanselir Angela Merkel mengatakan akan membahas isu-isu kritis dengan presiden Turki yang berkunjung ke Jerman. Erdogan disambut dengan kehormatan militer oleh Presiden Jerman Steinmeier.

https://p.dw.com/p/35dcx
Deutschland Recep Tayyip Erdogan, Präsident Türkei & Angela Merkel, Bundeskanzlerin
Foto: Reuters/F. Bensch

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, dia juga akan menyinggung masalah hak asasi manusia di Turki dalam pertemuannya dengan Erdogan hari Jumat (28/9).

"Situasi hak asasi manusia (di Turki) bukan seperti yang saya bayangkan," kata Merkel  Kamis malam (27/9) dalam sebuah acara di kota Augsburg.

Dia mengatakan, jika ada "sesuatu yang pantas dikritik," dia akan menyinggungnya, sambil menekankan bahwa Turki bukan satu-satunya negara di mana hak asasi manusia tidak dihormati secara memadai.

"Hubungan (Turki) dengan Jerman telah memburuk setelah upaya kudeta yang gagal di Turki dua tahun lalu, di mana Ankara bereaksi dengan tindakan kejam, termasuk memenjarakan jurnalis, tentara dan pegawai negeri, di antaranya beberapa warga Jerman.

Deutschland Recep Tayyip Erdogan, Präsident Türkei | mit Bundespräsident Steinmeier
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) disambut Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier (kiri) dengan kehormatan militer penuh di Istana Bellevue, Berlin, 28 September 2018Foto: Reuters/R. Krause

Tidak ada bantuan keuangan

Pejabat Jerman untuk Eropa di Kementerian Luar Negeri, Michael Roth, hari Jumat menyerukan kepada Erdogan agar menghentikan tren politik otoritarianisme yang saat ini berlangsung di Turki.

"Harapan kami jelas: pembebasan warga Jerman yang telah ditangkap karena alasan politik, lalu kebijakan menuju demokrasi dan supremasi hukum," katanya.

Baik Merkel dan Roth meyatakan Jerman tidak memberikan bantuan keuangan bagi ekonomi Turki yang sedang menghadapi krisis. Michael Roth mengatakan, banyak perusahaan Jerman akan berinvestasi di Turki lagi jika negara itu kembali ke prinsip-prinsip demokratis dan konstitusional.

Deutschland Recep Tayyip Erdogan, Präsident Türkei | mit Bundespräsident Steinmeier
Presiden Steinemeier dan istri menerima kedatangan Erdogan dan istrinya di Istana BellevueFoto: Reuters/F. Bensch

Beberapa aksi protes

Kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dimulai hari Kamis dan berakhir pada hari Sabtu, setelah peresmian sebuah masjid pusat kota Köln. Kunjungan itu menuai banyak protes. Para demonstran menentang penangkapan sewenang-wenang wartawan dan kritikus pemerintah di Turki setelah kudeta yang gagal. Penyelenggara aksi protes besar di Berlin mengharapkan kehadiran sekitar 10.000 peserta.

Erdogan diterima oleh Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dengan kehormatan militer penuh pada Jumat pagi. Setelah pembicaraan dengan Steinmeier, Erdogan yang menjabat sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan melakukan pertemuan dengan Kanselir Angela Merkel dalam sebuah jamuan makan siang.

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, sebagaimana layaknya pada kunjungan resmi kepala negara lain, juga menggelar jamuan makan malam kehormatan untuk Erdogan pada Jumat malam. Steinmeier mengatakan, kunjungan Erdogan tidak menunjukkan bahwa bahwa hubungan Jerman-Turki sudah normal lagi, tetapi bisa menjadi awal perbaikan hubungan.

Erdogan sendiri mengatakan, kunjungannya kali ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan dengan "teman-teman Jerman."

hp/   (dpa, rtr, afp)