Menteri Pertahanan AS Kunjungi Afghanistan. | Fokus | DW | 17.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Menteri Pertahanan AS Kunjungi Afghanistan.

Sebelum bertemu dengan Presiden Hamid Karsai, Gates juga mengunjungi wilayah timur Afghanistan untuk melihat sendiri daerah perbatasan yang bermasalah antara Afghanistan dan Pakistan.

Gates bersama Karsai dalam konferensi pers di Kabul

Gates bersama Karsai dalam konferensi pers di Kabul

Belum lagi Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates mendarat di Afghanistan, juru bicara militer Pakistan tampil di depan pers dan mengumumkan: "Pasukan keamanan Pakistan telah melakukan serangan terarah dengan helikopter. Dari lima gedung yang dicurigai, tiga diantaranya hancur. Semua teroris tewas."

Aksi tersebut kiranya punya makna simbolis. Karena untuk pertama kalinya sejak berbulan-bulan, Pakistan melakukan apa yang diinginkan oleh AS dan Afghanistan, yaitu menindak teroris yang berada di wilayah Pakistan. Sasarannya adalah Wasiristan, tempat yang diduga menjadi kamp teroris. Afghanistan dan AS memperkirakan, dari sana dan dari tempat-tempat lain sepanjang perbatasan itulah teroris Al Qaida dan Taliban menyelusup ke Afghanistan dan melakukan serangan.

Di Kabul, menteri pertahanan AS yang baru, Robert Gates, juga melancarkan tuduhan tersebut: "Daerah perbatasan itu bermasalah. Semakin banyak serangan datang dari wilayah di seberang perbatasan. Ada jaringan Al Qaida di Pakistan. Ini adalah topik yang harus dibicarakan dengan pemerintah Pakistan."

Nada tegas itu dikemukakan Gates setelah pertemuannya dengan Presiden Afghanistan Hamid Karsai. Sebelumnya ia sudah bertemu dengan pejabat-pejabat militer AS, dan juga mengunjungi wilayah timur Afghanistan. Tetapi Gates juga menekankan pentingnya peranan Pakistan di kawasan itu: "Pakistan merupakan mitra kuat AS dalam memerangi teror."

Mitra yang masih diperlukan di masa depan. Banyak pakar mengkhawatirkan tahun 2007 ini akan menjadi tahun berdarah bagi Afghanistan. Terdapat desas-desus mengenai rencana Taliban untuk melakukan serangan seusai musim dingin. Tetapi dalam konferensi pers bersama Robert Gates, Presiden Karsai mengemukakan: "Rakyat Afghanistan dan mitra-mitra kami, yaitu AS dan NATO, siap menumpas teroris, bila mereka datang."

Gates memberikan jaminan dukungan AS selanjutnya kepada Presiden Karsai. Dikatakannya, misi di Hindukush merupakan sukses yang dapat dikembangkan terus. Banyak pengamat berharap, Gates juga akan mengemukakan, apakah AS akan mengirimkan lagi pasukan ke Afghanistan, di mana sudah terdapat sebanyak 22.000 tentara AS. Tetapi atas pertanyaan wartawan, Gates tidak memberikan jawaban yang jelas: "Saya pikir, penting untuk mengambil prakarsa menyangkut soal keamanan. Bahwa kita bekerjasama. Kalau para komandan di lapangan berkesimpulan, diperlukan lebih banyak tentara, maka saya akan menganjurkannya pada presiden."