Menteri Pertahanan Amerika Serikat Gates Dilantik | Fokus | DW | 19.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Gates Dilantik

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates awali masa tugasnya dengan kunjungan ke Irak. Prioritas utama Gates adalah menindaklanjuti situasi di Irak.

Robert Gates dilantik menjadi Menteri Pertahanan AS

Robert Gates dilantik menjadi Menteri Pertahanan AS

Robert Gates baru saja dikukuhkan menjadi Menteri Pertahanan Amerika Serikat. Senin (18/12) kemarin usai pelantikannya di Pentagon, Gates mengatakan tidak akan buang waktu dalam menghadapi situasi di Irak.

"Saya akan segera terbang ke Irak dan bertemu dengan para komandan dan anggota militer di sana. Saya menunggu laporan jujur dan apa adanya mengenai situasi di lapangan dan saran mereka mengenai tindakan selanjutnya di pekan dan bulan-bulan mendatang."

Daftar Serangan di Irak

Gates menggarisbawahi situasi yang memburuk di Irak. Beberapa jam setelah pelantikan Menteri Pertahanan baru, Pentagon mengeluarkan laporan triwulan. Dalam laporan tersebut, tercatat 959 serangan terjadi di setiap pekan antara 12 Agustus dan 10 November tahun ini. 68 persen serangan ditujukan kepada pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat namun lebih banyak warga Irak yang menjadi korban. Menurut laporan Pentagon yang berjudul "Mengukur Stabilitas dan Keamanan di Irak" tersebut, tentara Mahdi pimpinan Imam Syiah Irak Muqtada al Sadr merupakan satu-satunya ancaman stabilitas. Menanggapi laporan tersebut, Gates mengatakan:

"Kegagalan di Irak saat ini dapat menjadi bencana yang menghantui bangsa, melemahkan kredibilitas dan mengancam Amerika Serikat dalam dasawarsa mendatang."

Tuntutan sebagian besar warga Amerika untuk menarik mundur pasukan di Irak ditanggapi Gates dengan positif namun menteri pertahanan pengganti Rumsfeld ini juga tidak mau gegabah. Gates mengemukakan:

"Kita semua mencari jalan memulangkan putra-putri Amerika. Namun secara jelas presiden menyatakan kita tidak boleh gagal di Timur Tengah."

Penambahan Pasukan

Rencana Bush untuk mengirim tambahan 30 ribu pasukan guna menekan kekerasan yang terjadi di Irak memicu perdebatan. Saat ini di Irak, jumlah tentara Amerika Serikat sudah mencapai 140 ribu orang. Pemimpin fraksi Demokrat di Senat, Harry Reid, mengisyaratkan supaya tentara tambahan tersebut memiliki masa tugas yang terbatas. Reid menyebutkan:

"Saya setuju rencana untuk mengirim pasukan tambahan dalam jangka waktu yang sangat pendek supaya Amerika dapat keluar dari Irak sampai awal 2008 seperti yang disarankan komisi Baker. Namun 30 sampai 40 ribu tentara tambahan tidak akan membantu apa pun."

Peringatan Reid tidak membuat Gates gentar. Bekas Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Collin Powell menjelaskan Baghdad tidak akan dapat diamankan, tak peduli seberapa banyak kontingen tentara Amerika Serikat yang ditempatkan di sana.