Menlu Jerman Tinjau Proyek Bantuan di Afghanistan
25 Juli 2008
Herat bukan pilihan kota yang secara kebetulan menjadi persinggahan pertama Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeier dalam kunjungan ketiganya di Afghanistan. Disana Steinmeier meresmikan sarana penyediaan air minum bagi 80 persen warga kota di barat Afghanistan ini. Berarti, sekitar setengah juta warga dapat terlayani setelah Jerman turut memberikan dana bantuan. Jerman menginvestasi lebih dari 8 juta Euro melalui kelompok bank pemberi kredit untuk pembangunan kembali, KfW. Steinmeier mengatakan bahwa proyek penyediaan air di Herat adalah contoh bahwa bantuan Jerman bagi pembangunan kembali di Afghanistan tidak hanya berkonsentrasi pada ibukota Kabul saja.
Kementerian Luar Negeri Jerman telah menambah dana bantuan bagi Afghanistan. Tahun 2008 Jerman menyediakan sekitar 140 juta Euro. Hingga 2010, menurut keterangan kementrian luar negeri, Afghanistan akan memperoleh lebih dari 1 milyar Euro bagi pembangunan kembali sarana sipil. Proyek bantuan lain yang didukung Jerman, antara lain adalah persediaan listrik bagi Kabul dan perkebunan tanaman penghasil gula di provinsi Baghlan. Di bidang pendidikan, sekitar 230 sekolah dasar didirikan dengan bantuan Jerman.
Menteri Luar Negeri Steinmeier juga meninjau kelanjutan proyek-proyek budaya di Herat. Di bagian kota tua bersama dengan Yayasan Aga Khan beberapa gedung bersejarah akan dipugar. Ia mengunjungi benteng yang menurut keterangan penduduk lokal dibangun oleh Iskandar Yang Agung. Herat yang berpenduduk 600.000 jiwa adalah kota terbesar ketiga di Afghanistan dan dianggap sebagai pusat budaya negara itu.
Frank-Walter Steinmeier juga akan bertemu dengan perwakilan warga sipil dan akan hadir dalam acara diskusi mahasiswa Afghanistan di Universitas Herat. Steinmeier akan berada di Hindukush hingga Senin mendatang. Kunjungannya tidak diberitakan sebelumnya karena alasan keamanan. Beberapa pengamat politik berpendapat, keberadaan Steinmeier di Afghanistan antara lain juga merupakan persiapan keputusan parlemen tentang perpanjangan masa mandat militer Jerman di Afghanistan. Pengiriman pasukan Jerman ke Afghanistan adalah hal yang kontroversial di Jerman. Kanselir Jerman Angela Merkel telah menegaskan bahwa Jerman memiliki batas tertentu dalam keterlibatan di bidang militer. Ia juga menambahkan, harus ada keseimbangan antara keterlibatan militer dan harapan di bidang politik dari pemerintahan Afghanistan.
Saat ini ada sekitar 3500 tentara Jerman yang bergabung dengan pasukan ISAF di Afghanistan. Bulan Oktober mendatang, anggota parlemen Jerman diharapkan menyetujui penambahan jumlah pasukan menjadi 4500 tentara. Calon presiden dari Partai Demokrat Barack Obama telah mengumumkan bahwa jika ia terpilih menjadi presiden, maka ia tidak hanya akan menambahkan pasukan Amerika Serikat di Afghanistan, melainkan juga akan melonggarkan pembatasan misi. Saat ini militer Jerman ditempatkan di wilayah utara Afghanistan yang cukup tenang dan memegang komando regional utara. (vlz)