Menlu Jerman Steinmeier Kunjungi Pakistan | dunia | DW | 23.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Menlu Jerman Steinmeier Kunjungi Pakistan

Sejak dua bulan terakhir demonstrasi masal yang sebagian diwarnai dengan kekerasan sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari di Pakistan.

Kerusuhan di Karachi setelah pencopotan Jaksa Agung Chaudry

Kerusuhan di Karachi setelah pencopotan Jaksa Agung Chaudry

Kemarahan para pengacara, pendukung pihak oposisi dan juga rakyat biasa ini ditujukan kepada Perves Musharraf. 9 Maret lalu presiden Pakistan ini memberhentikan jaksa agung Pakistan yang kritis, Iftikhar Chaudry, dengan tuduhan penyalahgunaan jabatan. Sejak itu Musharraf dituduh melakukan perbuatan sewenang-wenang oleh rakyat dan sekarang ini ia menghadapi krisis sulit di masa jabatannya.

Musharraf mengambil alih kekuasaan di Pakistan lewat kudeta militer di tahun 1999. Sejak saat itu ia selalu menegaskan, bahwa ia hanya ingin mengembalikan Pakistan ke sistem demokrasi. Akhir tahun ini, sebelum pemilihan parlemen, Musharraf ingin agar anggota parlemen menjamin bahwa ia akan tetap menjabat kedudukannya. Dan Musharraf tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerahkan jabatan keduanya sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata. Hal ini membuat protes di Pakistan semakin panas. Tetapi Musharraf tetap keras kepala ketika berpidato didepan para pengikutnya:

„Beberapa pengacara mencoba mempolitisasi hal yang sudah diatur hukum ini. Kalian, rakyat Pakistan, harus berpaling dari orang-orang semacam ini. Saya memperingatkan para pengacara yang mempolitisasi tema ini: kalian tidak akan sukses dengan rencana ini.“

Kunjungan menteri luar negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier diharapkan dapat memberikan isyarat, bahwa Uni Eropa dan negara-negara G8 ingin lebih melibatkan diri dalam hal ini. Talat Masood, mantan Jendral dan pengamat Politik di Islamabad, berharap akan ada perubahan:

„Pakistan harus lebih ditekan untuk lebih melaksanakan demokrasi, memberikan kebebasan yang lebih besar, benar-benar menjalankan negara hukum dan untuk membangun institusi-institusi demokratis. Ini pasti akan membantu Pakistan. Dan ini akan berguna bagi Uni Eropa dan Pakistan dalam jangka panjang.“

Sejak lama tekanan dari masyarakat dunia, terutama Amerika Serikat, kepada pimpinan Pakistan agar lebih melakukan sesuatu untuk melawan Taliban sudah menjadi semakin besar. Sampai sekarang Taliban masih bergerak dengan bebas di sekitar perbatasan Afghanistan dan Pakistan yang panjang dan tidak beraturan serta dipersenjatai, dilatih dan didoktrin di wilayah Pashtu di pihak Pakistan. Tuduhan-tuduhan yang paling hebat datang dari Kabul – sejak beberapa bulan kedua pemerintahan tidak saling berkomunikasi. Tetapi Pakistan menegaskan, bahwa mereka sudah melakukan segalanya yang memungkinkan. Menurut mantan Jendral Masood, Musharraf tidak dapat bertindak lebih melawan Taliban:

„Musharraf hanya dapat memembatasi Taliban dalam beberapa aspek. Untuk itu diperlukan pendekatan yang menyeluruh. Ada simpati yang besar dan dukungan bagi Taliban di wilayah asalnya dan di Pakistan. Serta ada hubungan lintas batas yang besar. Setiap harinya 20.000 orang melewati perbatasan. Sangat sulit untuk menilai, siapa yang Taliban dan siapa yang bukan.“

Dibandingkan tekanan yang lebih besar, yang lebih dibutuhkan Pakistan adalah dukungan luar negeri bagi Pembangunan wilayah-wilayah yang masih tertinggal. Dan ini akan menjadi salah satu tema pembicaraan menteri luar negeri Jerman Steinmeier pada kunjungannya ke Pakistan kali ini.

Iklan