Menlu Jerman Kunjungi Belgrad | Fokus | DW | 08.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Menlu Jerman Kunjungi Belgrad

Uni Eropa inginkan agar Serbia segera membentuk sebuah pemerintahan baru dan ikut serta secara konstruktif dalam mencari pemecahan masalah Kosovo.

Frank-Walter Steinmeir

Frank-Walter Steinmeir

Parlemen Serbia yang baru dipilih belum pernah mengadakan pertemuan sekalipun dan sebuah pemerintahan baru sama sekali belum tampak. Oleh karena itu Presiden Serbia Boris Tadic meminta ditundanya lanjutan pembicaraan Kosovo yang direncanakan akan berlangsung minggu depan di Wina. Tamu-tamu pentingnya menunjukkan pengertian mereka.

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier berbicara atas nama Dewan Kepresidenan Uni Eropa.

"Setelah pemilihan, Serbia berada diambang keputusan bersejarah. Tetapi walaupun situasinya tidak mudah, kami mengerti beban tanggung jawab yang sekarang terletak pada kepemimpinan Serbia. Kami sekarang datang ke sini untuk mengatakan, bahwa kami berharap kepada Serbia. Kami sebagai orang Eropa menginginkan agar Serbia mengambil posisi yang sudah kami siapkan. Serbia termasuk Eropa.“

Tetapi Eropa juga mempunyai harapan yang jelas atas kepemimpinan Serbia. Bertiga, Menteri Luar Negeri Jerman Steinmeier, petugas urusan luar negeri Uni Eropa Javier Solana dan Komisaris Perluasan Uni Eropa Olli Rehn memperingatkan mitra-mitra bicara Serbia agar segera membentuk sebuah pemerintahan baru dan ikut serta secara konstruktif dalam mencari pemecahan masalah Kosovo. Yang mendasari hal ini adalah rencana perantara khusus PBB Athisaari untuk memberikan kebebasan bersyarat kepada Kosovo.

Hal ini kembali ditolak oleh pemimpin pemerintahan Vojislav Kostunica dengan berapi-api. Tetapi pada dasarnya ia bersedia untuk berunding secara konstruktif.

"Konstruktif - tetapi juga tidak mudah mengalah dalam hal-hal yang bersangkutan dengan perbatasan Serbia yang tidak dapat diganggu gugat, yang dijamin menurut hukum internasional. Sebuah kesalahan besar untuk berpikir, bahwa pemecahan masalah Kosovo merupakan kasus tersendiri yang tidak akan mempengaruhi negara-negara lain. Ini akan menjadi contoh bagi kasus-kasus serupa. Masalah ini bukan saja mempunyai arti yang besar bagi Serbia, tetapi juga bagi stabilitas kawasan ini dan dunia.“

Dibawah pemerintahan Kostunica Serbia mencapai kemajuan reformasi yang besar, terutama dalam sektor ekonomi. Oleh karena itu Serbia sudah mempunyai persiapan yang baik untuk kembali memulai perundingan tentang pendekatan kepada Uni Eropa setiap saat. Pembicaraan ini sudah berhenti sejak tahun lalu, karena Kostunica tidak dapat meyakinkan Brussel, bahwa pemerintahannya mencoba secara sungguh-sungguh untuk menangkap mantan Jenderal Mladic yang digugat sebagai penjahat perang. Menurut Komisaris Uni Eropa, Olli Rhen, "Pemerintahan yang baru dapat membuat awal yang baru di sana.“

"Kami ingin membantu Serbia untuk mencapai kerjasama secara keseluruhan dengan Mahkamah Penjahat Perang di Den Haag, untuk menangkap dan menyerahkan Mladic. Setelah kami melihat tindakan konkrit, Serbia akan segera mendapatkan dukungan dari komisi dan negara-negara Uni Eropa.“