Menlu Jerman Heiko Maas Dukung Aksi Damai George Floyd di AS, Kritik Kebrutalan Polisi | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 03.06.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Aksi Protes AS

Menlu Jerman Heiko Maas Dukung Aksi Damai George Floyd di AS, Kritik Kebrutalan Polisi

Menlu Jerman Heiko Maas menyebut aksi damai terkait kematian George Floyd di AS legitim dan kritik kebrutalan polisi. Dia menuntut aparat AS hormati kebebasan pers, setelah tim DW ditembaki polisi.

Demonstrasi menentang rasisme di Washington (Reuters/L. Wasson)

Demonstrasi damai di Washington, para demonstran berbaring seperti George Flyod saat ditangkap polisi.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas hari Selasa (2/6) mengatakan, aksi protes damai terhadap kebrutalan polisi di Amerika Serikat sangat "legitim " dan menyerukan kepada otoritas AS agar menghormati kebebasan pers. 

"Protes damai yang kita lihat di AS, yang melibatkan banyak gerakan dan aksi, termasuk oleh petugas polisi Amerika, dapat dipahami dan lebih dari legitim," kata Heiko Maas kepada wartawan pada konferensi pers di Berlin. 

Lewat akun Twitter Heiko Maas juga menulis, dia berharap „protes damai tidak berubah lebih jauh menjadi kekerasan, tetapi lebih dari itu saya berharap mereka akan membuat perubahan di Amerika Serikat." 

Minta aparat AS hormati kebebasan pers 

"Sehubungan dengan insiden yang melibatkan (tim) Deutsche Welle, yang juga telah kami ketahui, kami akan menghubungi pihak berwenang AS untuk mengetahui lebih banyak tentang insiden tersebut," kata Maas kepada DW. "Kami tetap berkomitmen: jurnalis harus dapat melaksanakan tugas mereka, yaitu melakukan liputan independen atas berbagai peristiwa, tanpa membahayakan keselamatan mereka." 

Aparat keamanan AS sempat melepaskan tembakan ke arah reporter DW Stefan Simons yang sedang meliput aksi protes di Minneapolis, sekalipun dia mengenakan jaket pers dan mengidentifkasi dirinya sebagai jurnalis. 

"Negara-negara demokratis di bawah supremasi hukum harus memenuhi standar tertinggi ketika harus melindungi kebebasan pers," kata Heiko Maas. "Setiap kekerasan yang terjadi dalam konteks ini tidak hanya harus dikritik - di atas semua itu harus ditindaklanjuti dan diselidiki sehingga wartawan dilindungi ketika mereka melakukan pekerjaan mereka," 

Protes damai dan kekerasan terhadap kebrutalan polisitelah menyebar di seluruh AS setelah George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata, terbunuh ketika seorang perwira polisi kulit putih di Minneapolis, negara bagian Minnesota, menekankan lututnya di leher Flyod selama beberapa menit. Petugas polisi itu sekarang didakwa dengan gugatan melakukan tindakan yang menyebabkan kematian. 

Davis VanOpdorp (hp/as)

Laporan Pilihan