Menlu AS Temui Kanselir Jerman di Berlin | Fokus | DW | 18.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Menlu AS Temui Kanselir Jerman di Berlin

Masalah Timur Tengah menjadi topik pembicaraan antara Rice dan Merkel.

Menlu AS Rice dan Kanselir Jerman Merkel

Menlu AS Rice dan Kanselir Jerman Merkel

Kamis (18/01) ini, Kanselir Jerman Angela Merkel bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice di Berlin. Mereka membicarakan hasil kunjungan Rice ke Timur Tengah. Merkel sendiri telah mengatakan bahwa Uni Eropa siap untuk memberikan kontribusi dalam penyelesaian konflik Timur Tengah. Ia juga menambahkan, sepertinya ada kemajuan dalam konflik antara Israel dan Palestina. Rice sepakat dalam hal ini. Ia juga mendapat berita bahwa ada desakan dari para pemimpin Israel dan Palestina dan negara-negara tetangganya untuk kemajuan yang cepat dalam proses perjanjian perdamaian di Timur Tengah.

Sementara mengenai kerjasama Washington dengan kepimpinan Jerman di Dewan Eropa dalam menangani masalah Timur Tengah, Rice mengatakan, enam bulan ke depan dapat menjadi masa yang penting untuk memperoleh kemajuan. Sebelumnya, Rabu (18/01) kemarin, setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeier, Rice telah mengumumkan bahwa dalam waktu dekat, Washington akan membicarakan jadwal pasti pertemuan antar negara anggota Kuartet Timur Tengah.

"Saya sudah tidak sabar untuk dapat mengundang anggota kuartet ke Washington pada minggu terakhir bulan Januari, dengan kata lain tanggal 1 atau 2 Februari. Saya juga berharap, pertemuan ini dapat menghidupkan kembali kuartet dalam usahanya untuk mendukung kemajuan di Timur Tengah yang dapat menghasilkan solusi dua negara dan Israel serta Palestina dapat hidup berdampingan dalam damai, demokrasi dan bebas.“

Kuartet Timur Tengah terdiri dari Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia dan PBB. Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeier termasuk pihak yang beberapa bulan terakhir ini berusaha menghidupkan kembali kuartet tersebut.

"Kita juga harus bertanya kepada diri kita sendiri, bagaimana cara kita merealisasikan solusi dua negara. Jawaban untuk hal ini sangat diperlukan sekarang ini. Situasi disana masih sangat kritis, dan karena itu menurut saya sangatlah penting, jika kita sekarang mencoba mendapatkan jawabannya.“

Namun, apakah pihak yang bersangkutan juga benar-benar mengusahakan jalan keluar yang damai, mungkin baru terlihat setelah pertemuan antara Menteri Luar Negeri Amerika Condoleezaa Rice, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dan Presiden Palestina yang akan berlangsung setelah pertemuan kuartet Timur Tengah tersebut.

Setelah bertemu dengan Steinmeier dan Kanselir Jerman, Rice akan melanjutkan perjalanannya ke London untuk bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

  • Tanggal 18.01.2007
  • Penulis Vidi Legowo
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CIvj
  • Tanggal 18.01.2007
  • Penulis Vidi Legowo
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CIvj