1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Menlu AS Antony Blinken ketika berkunjung ke Jerman, September 2021
Menlu AS Antony Blinken ketika berkunjung ke Jerman, September 2021Foto: Olivier Douliery/AP/picture alliance

Menlu AS Antony Blinken Tiba di Jakarta

13 Desember 2021

Menlu AS Antony Blinken tiba di Indonesia, negara pertama yang didatangi dalam rangka kunjungan ke Asia Tenggara, termasuk ke Malaysia dan Thailand. AS menggalang dukungan mengimbangi pengaruh Cina di kawasan.

https://www.dw.com/id/menlu-as-antony-blinken-tiba-di-jakarta/a-60100920

Dalam kunjungan pertamanya ke Indonesia sebagai menteri luar negeri, Antony Blinken tiba di Jakarta hari Senin (13/12) dan dijadwalkan bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan pejabat tinggi lainnya. Blinken akan memaparkan visi pemerintahnya untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama dengan kawasan ini.

Asia Tenggara akan menjadi salah satu mitra utama Amerika Serikat (AS) untuk menghadapi persaingan dengan Cina, ketika kedua adidaya dunia itu sedang berebut pengaruh di Asia-Pasifik. Presiden Joe Biden terutama ingin menegaskan lagi prioritas Asia Tenggara dalam politik luar negeri AS, setelah komitmen AS di kawasan ini di masa pemerintahan Donald Trump sempat dipertanyakan.

Antony Blinken juga akan  akan menyampaikan pidato tentang strategi Indo-Pasifik AS di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden pada hari Selasa (14/12). Menlu AS itu akan memaparkan visi Joe Biden untuk kerangka ekonomi Indo-Pasifik, kata seorang diplomat tinggi AS untuk Asia menjelang kunjungan itu.

Dua adidaya berebut pengaruh Asia Tenggara

Amerika Serikat sedang menggalang dukungan sekutu dan negara-negara mitranya untuk mengimbangi pengaruh Cina di Asia Tenggara dan menentang langkah-langkah agresif dalam ketegangan di Laut Cina Selatan.

AS menuduh Angkatan Laut Cina menekan negara-negara di kawasan, termasuk Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Indonesia dalam ambisi memperluas pengaruhnya. Cina mengklaim hampir seluruh kawasan Laut Cina Selatan sebagai miliknya, dan menolak tindakan AS sebagai "campur tangan kekuatan luar."

Pemerintahan Joe Biden melihat peningkatan hubungan dengan Asia Tenggara sebagai hal yang vital untuk melawan dominasi Cina, terutama setelah Donald Trump menarik diri dari kesepakatan perdagangan regional pada 2017. Namun pemerintahan Biden belum menjelaskan apa strategi barunya dalam kerangka ekonomi dan politik energi.

hp/ae (rtr, dpa)