Menhan Jerman Lepas Marinir Bundeswehr | Fokus | DW | 22.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Menhan Jerman Lepas Marinir Bundeswehr

Menteri Pertahanan Jerman, Franz Josef Jung menyebut “Hari Bersejarah”, Kamis (21/09) kemarin ketika pasukan marinir Bundeswehr mulai bertolak dari pangkalan angkatan laut Wilhelmshaven.

Marinir Jerman berangkat dari Wilhelmshaven menuju Libanon

Marinir Jerman berangkat dari Wilhelmshaven menuju Libanon

Dalam dua pekan mendatang kedelapan kapal Jerman dengan sekitar 1000 tentara, akan mencapai pantai-pantai Libanon yang merupakan kawasan misi operasinya. Mereka akan mencegah penyelundupan senjata dan mengamankan perbatasan Laut.

Komando pasukan untuk tugas ini adalah Laksamana Andreas Krause. Dalam pidato menjelang keberangkatan, ia tidak menutupi bahwa haluan yang dituju kedelapan kapal perang tersebut berbahaya.

"Ijinkan saya menggambarkan dengan singkat apa yang saya rasakan di sini dan saat ini. Kami sekarang berkumpul bersama dan juga kali ini semua persiapan berhasil diselesaikan tepat pada waktunya. Dan sekarang dimulai perjalanan ke lautan.“

Sebelumnya sanak keluarga sekali lagi diijinkan naik ke geladak kapal untuk menyampaikan selamat jalan. Paling sebentar selama enam bulan istri dan anak saya harus mengurus sendiri hidup mereka, demikian dikatakan seorang tentara dari kapal pemasok "Frankfurt am Main“:

"Saya punya keluarga, seorang putra yang berusia satu setengah tahun. Ia besar seiring pekerjaan saya. Dan tidak ada masalah. Banyak hal yang harus diselesaikan sendiri oleh istri di rumah. Tapi saya pikir, itu memang hal yang lumrah dalam keluarga tentara.”

Kapal pemasok “Frankfurt am Main” dapat menyuplai satuan marinir sampai satu setengah bulan dengan perbekalan, air, bahan bakar, munisi serta onderdil. Dengan demikian satuan marinir dapat beroperasi secara mandiri di pantai-pantai Libanon. Untuk tugas itu juga disertakan dokter dan ahli medis. Dalam container khusus juga dibentuk pusat bantuan tugas marinir. Seperti dikatakan seorang petugas kesehatan:

“Saya seorang pembantu medis, dan jika sekarang terjadi sesuatu maka saya akan mengurus para tentara. Dan selain itu saya menjadi pembantu koki dan membantu mengupas kentang. Jadi saya berada dalam tim yang juga membantu saya. Tugas ini akan sangat berkesan.”

Dalam 10 sampai 15 hari, kedelapan kapal perang akan mencapai tujuan, yakni pantai-pantai Libanon. Dalam pidato saat upacara pemberangkatan, Menteri Pertahanan Franz-Josef Jung sekali lagi mengingatkan akan dimensi bersejarah tugas ini.

“Para tentara ini benar-benar hari bersejarah bagi marinir Jerman, karena untuk pertama kalinya mereka mengemban tugas aktif untuk menjaga perdamaian di Timur Tengah.”