1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Menhan Jerman Ingin Tambah Pasukan Jerman di Afghanistan

24 Juni 2008

Menteri pertahanan Jerman Franz Josef Jung dan Inspektur Jenderal Wolfgang Schneiderhahn menjelaskan rencana penambahan pasukan Jerman di Afghanistan, hari Selasa (24/06) di Berlin.

https://p.dw.com/p/EPsJ
Menteri Pertahanan Jerman Franz Josef JungFoto: AP

Musim gugur mendatang tentara Jerman di Afghanistan akan ditambah 1000 orang, sehingga kekuatan pasukan Bundeswehr di negara itu akan menjadi 4500 tentara. Sebelumnya Menhan Jerman, Franz Josef Jung menginformasikan hal tersebut kepada pakar pertahanan dalam fraksi parlemen Jerman.

Dengan penambahan kontingen tersebut, Bundeswehr diharapkan mendapat ruang gerak lebih besar dalam menjalankan tugasnya sebagai bagian dari pasukan perdamaian internasional untuk Afghanistan, ISAF. Saat ini Bundeswehr mengerahkan 3500 tentara dalam 8 markas pasukan yang berbeda. Pejabat urusan pertahanan parlemen Jerman, Reinhold Hobbe yang baru kembali dari kunjungan di Afghanistan mengatakan kepada stasiun televisi Jerman ARD

„Kami sekarang sudah kekurangan personal 300 sampai 400 tentara. Hal itu secara umum tidak diketahui sama sekali. Saat mengunjungi pasukan beberapa hari lalu, saya mengalami bagaimana Bundeswehr selalu dihadapkan pada kesulitan besar, karena batas mandat Bundeswehr dengan 3500 tentara yang ditetapkan saat ini tidak boleh dilanggar. Oleh sebab itu tentara yang sebetulnya diperlukan, tidak boleh diberangkatkan ke Afghanistan."

Sementara Monika Knoche, dari partai Kiri di dewan kementerian luar negeri mengkritik rencana penambahan pasukan tersebut

„Pemerintah Karsai membuat peraturan amnesti yang membuat pelaku tindak kejahatan kekerasan bebas dari hukuman. Di lingkungan masyarakat tingkat penerimaan untuk aksi militer internasional luntur. Sebaliknya kekuatan fundamentalis meningkat."

Menteri pertahanan Jerman Jung juga menyampaikan situasi di perbatasan Aghanistan-Pakistan, dimana setiap hari 60 ribu orang tanpa pengawasan bergerak bebas dari kawasan satu ke kawasan lainnya

„Situasi keamanan semakin sulit. Terutama dengan adanya serangan terhadap penjara di Kandahar baru-baru ini. Dan itulah sebabnya bagi saya, penting bahwa kami tetap memperhatikan masalah perbatasan Afghanistan-Pakistan. Karena di sini tempat para teroris menarik diri dan berlangsung pertukaran kegiatan terorisme."

Selain itu mulai 1 Juli mendatang, Jerman akan mengambil alih dari Norwegia tugas pasukan gerak cepat guna yang melindungi pasukan ISAF. Paralel dengan penambahan Bundeswehr untuk ISAF, kontingen bagi tugas anti teror Enduring Freedom yang dipimpin Amerika Serikat akan berkurang dari 1400 tentara menjadi 800 tentara. Dalam rangka Enduring Freedom angkatan laut Jerman saat ini menempatkan 260 tentaranya di Tanduk Afrika. Keputusan akhir tentang tugas angkatan bersenjata Jerman, Bundeswehr di Afghanistan akan diambil parlemen Jerman musim gugur mendatang. (dk)